Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat memberikan kata sambutan dalam rapat kerja Camat, Lurah dan Kelapa Desa se-Kabupaten Karimun di Gedung Nasional
Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat memberikan kata sambutan dalam rapat kerja Camat, Lurah dan Kelapa Desa se-Kabupaten Karimun di Gedung Nasional (ian)

Karimun, Lendoot.com – Agar tak terjadi pelanggaran dan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (DD), Bupati Karimun, Aunur Rafiq menyampaikan pesannya kepada kepala desa se-Kabupaten Karimun, dalam Rapat Kerja Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Karimun tahun 2017 di Gedung Nasional, Kamis (9/11/2017).

Rafiq menegaskan agar kepala desa jangan sampai melakukan korupsi. Caranya, kepala desa harus tahu dan mengerti benar tentang aturan dalam pengelolan dana desa tersebut.

“Sebagaimana yang terkandung di dalam Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 mengenai pemerintahan desa. Para kepala desa harus mengetahui aturan dalam mengelola dana tersebut, sehingga tidak terjadi pelanggaran dan tindak pidana korupsi. Dana desa jangan korupsi ya, pak,” kata Rafiq.

Untuk saat ini total keseluruhan anggaran yang telah diterima dari 42 desa se-Kabupaten Karimun Rp 54.828.817.751 miliar, yang mana sebanyak 64,65 persennya berasal dari DD, 29,91 persennya dari ADD dan 4,76 persen anggaran BKK.

“Semakin tinggi tanggungjawab kepala desa karena mengelola dana dari APBN dan APBD. Dengan adanya memahami peraturan maka tidak terjadi korupsi dari dana tersebut,” ucap Rafiq.

Rafiq menambahkan dalam pengelolaan anggaran dana desa akan diawasi secara internal oleh BPKP dan Kejaksaan. Selain itu Polres Karimun melalui Polsek-polsek juga akan mengawasi setiap desa di wilayah tugas masing-masing.

“Seluruh desa akan menandatangani MoU dengan Kacabjari atau Kejari. Pihak kepolisian juga akan melakukan pengawasan,” tambahnya.

Selain menggelar rapat kerja, juga dilaksanakan penandatangan fakta integritas antara pemerintah daerah sebagai pihak pertama dan para kepala desa sebagai pihak kedua. (ian)