Karimun, Lendot.com – Bupati Karimun Aunur Rafiq menutup secara resmi Kegiatan Pelatihan Batik dilaksanakan PT Timah (Persero) Tbk di gedung eks Kawilasi Kelurahan Teluk Uma, Sabtu (12/5/2018) sore.

Kehadiran Rafiq didampingi Istri Raja Asmah Aunur Rafiq dan Kadisdagkop UKM dan ESDM Kabupaten Karimun Muhammad Yosli, untuk meninjau secara langsung jalannya pelatihan tersebut.

Dalam kunjungannya, para pengrajin langsung mempraktekkan kepada Bupati Karimun mengenai proses pembuatan batik dari tahap canting hingga pencucian untuk menimbulkan pola batik pada kain. Selanjutnya juga Rafiq melihat langsung hasil batik yang telah dibuat oleh para pengrajin selama empat hari berjalannya pelatihan.

“Kami selaku pemerintah daerah sangat berterimakasih kepada  PT Timah yang telah membantu untuk menggelar pelatihan dasar batik ini. Saya berharap para pengrajin nantinya terus diberikan ilmu agar bersemangat untuk mengembangkan batik di Karimun,” ujar Rafiq dalam sambutannya menutup pelatihan batik, Sabtu (12/5/2018).

Rafiq mengatakan, saat ini Karimun yang telah memiliki delapan motif batik masih melakukan pemesanan dari luar daerah untuk pembuatannya. Dengan hadirnya pengrajin batik, diharapkan kedepan batik khas Karimun dapat dikerjakan di para pengrajin tempatan.

“Peminat batik di Karimun cukup banyak, tinggal kita menunjukkan kualitas agar dapat memberikan daya tarik bagi pembeli. Karimun ini alhamdulillah daya beli cukup bagus karena perekonomian kita cukup baik,” katanya.

Rafiq meminta kepada para pengrajin untuk serius dalam mempelajari tata cara membatik dan terus mengasah kemampuan, agar dapat berkembang. Menurutnya dalam proses pembelajaran, pengrajin harus memiliki niat dan kemauan, sehingga tidak berhenti di tengah jalan.

“Jadi harus memiliki niat, walaupun mengikuti semua tahap tetapi tidak punya niat, tentu tidak akan jadi. Maka yang terpenting adalah niat,” katanya.

Disela sambutannya, Bupati langsung membentuk kelompok pengrajin batik, dengan menunjuk satu orang ketua. Nantinya, kelompok pengrajin ini akan diberikan Surat Keputusan (SK) dan langsung dinaungi Dinas Perdangangan, Koperasi, UKM dan ESDM.

“Ini permanen, saya minta langsung ditunjuk ketuanya. Agar gampang melakukan koordinasi setelah pelatihan ini, apabila tidak usai kegiatan ini malah terpecah,” katanya.

Rafiq berencana batik- batik yang dibuat oleh para pengrajin ini nantinya dapat digunakan jajaran OPD dan Pelajar di Karimun kedepannya dengan mengembangkan motif batik khas Karimun yang ada.

“Kalau kita sudah ada batik sendiri, tidak ada salahnya kita mencontoh daerah lain yang mewajibkan masyarakat untuk menggunakan produk- produk hasil karya anak tempatan. Seperti batik ini, kualitasnya sudah bagus, mungkin sekolah- sekolah dan instansi dapat menggunakannya,” kata Rafiq.

Kepala Metarulgi PT Timah Wilayah Operasi Kepri Riau Wiyono mengatakan, pihaknya secara serius akan membantu pemerintah daerah untuk mengembangkan batik di Karimun. Rencananya, tahap dua pelatihan batik akan digelar seusai libur lebaran 2018 mendatang.

“Kita serius, pada pelatihan lanjutan para pengrajin akan kita ajarkan lagi beberapa teknik batik. Dan setelah itu, para pengrajin yang telah mahir, akan kita bawa ke beberapa daerah pembuat batik untuk belajar disana,” kata Wiyono. (Riandi)