RF (18) laki-laki asal Tanjungbatu, Kundur yang diamankan Satresnarkoba Polres Karimun
RF (18) laki-laki asal Tanjungbatu, Kundur yang diamankan Satresnarkoba Polres Karimun (Istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Jajaran Satresnarkoba Polres Karimun, mengamankan seorang remaja asal Tanjungbatu, Kundur berinisial RF (18) di Pelabuhan Antar Pulau Sri Tanjung Gelam (KPK), Selasa (22/8/2017) sekira pukul 22.00 WIB.

Remaja tanggung tersebut diamankan karena diduga membawa 3 paket besar Narkotika jenis Sabu. Rencananya, 3 paket sabu tersebut akan dibawa dan disebarkan di kawasan Tanjungbatu Kota. RF merupakan kurir yang diperintahkan seseorang berinisial AT untuk diserahkan ke RD di Tanjungbatu.

Kasatres Narkoba Polres Karimun AKP Nendra Madyatias mengatakan, penangkapan RF berawal saat pihaknya mendapat informasi bahwa ada seseorang yang akan melakukan transaksi narkoba di Jalan Nusantara Kelurahan Tanjungbalai Kota, tepatnya dipintu masuk Pelabuhan Sri Tanjung Gelam.

“Barang ini milik seseorang berinisial AT, dia menyuruh RF menjadi kurir untuk mengantarkan barang tersebut kepada seseorang berinisial RD di Tanjungbatu,” kata Nendra Senin (28/8/2017).

Saat diinterogasi, RF tidak mengakui bahwa dirinya membawa Narkoba yang didugakan oleh Polisi. Namun selanjutnya polisi mengambil langkah untuk menggeledah tubuh RF dan mendapatkan barang bukti berupa narkoba.

Berdasarkan hasil perhitungan, 3 paket besar jenis narkoba tersebut mempunyai berat sebesar 300,1 gram. Selain mengamankan barang bukti berupa narkoba, polisi juga berhasil mengamankan uang tunai sebesar Rp 405,000 yang diduga sebagai upah yang diterima RF mengantarkan narkoba tersebut.

Nendra menjelaskan, dari pengakuan RF mengatakan, bahwa barang tersebut memang didapat dari AT. Dirinya baru kenal AT selama satu bulan dari RD yang merupakan abang angkatnya.

“Baru satu bulan dan baru kali ini jadi kurir. Saya lakukan karena punya sangkutan uang dengan abang rudi,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) tahun 2009 tentang narkotika dan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp1 miliar. (ian)