Suasana proses mediasi antara warga dengan penjual miras di Polsek Tebing. (ian)
Suasana proses mediasi antara warga dengan penjual miras di Polsek Tebing. (ian)

Karimun, Lendoot.com – Puluhan warga RT 002 Jelutung menggelar aksi protes ke pihak Polsek Tebing terkait aktivitas yang dianggap mengganggu kenyamanan dan ketenteraman warga.

Protes itu terkait adanya aktivitas sebuah penampungan tenaga kerja dari salah satu perusahaan besar di Karimun. Aktivitas di rumah penampungan yang dianggap menganggu warga itu di antaranya sebagai tempat untuk pesta minum-minuman keras (miras). Ditambah lagi dengan aktivitas yang menimbulkan kebisingan yang dianggap mengganggu ketenangan warga sekitar.

“Tolong lah pak, untuk ketenangan warga sekitar, kami minta dalam waktu satu minggu aktivitas miras dan tempat yang sering menjual minum-minuman keras dapat ditertibkan,” kata salah seorang warga di Polsek Tebing.

Laporan akhirnya diterima. Polsek Tebing akhirnya melakukan proses mediasi, Selasa (20/12/2016) pukul 11.35 WIB. Media ini dilakukan antara pemilik warung yang diketahui menjual minuman keras dengan warga sekitar yang melapor.

Pada pertemuan itu menghasilkan keputusan dengan pemilik warung. Hasil keputusan itu adalah memberi waktu dua minggu kepada pemilik warung yang menjual miras agar menutup dan tidak menjual lagi.

Pada pertemuan itu menghasilkan keputusan dengan pemilik warung. Hasil keputusan itu adalah memberi waktu dua minggu kepada pemilik warung yang menjual miras agar menutup dan tidak menjual lagi.

 “Upaya mediasi kita lakukan, dari pertemuan tadi disepakati pemilik warung harus menghentikan penjualan miras dalam waktu dua minggu ini,” kata Kasat Binmas polres Karimun AKP Hadi Sucipto yang hadir saat mediasi dilakukan.

Sementara itu, Kapolsek tebing AKP Andi Amirwahyudi menghimbau kepada mayarakat apabila mengetahu adanya aktivitas penjualan miras tidak sesuai ketentuan agar segara menyampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindak lanjuti.

“Himbauan kita jika masyarakat mengetahui penjualan miras tidak sesaui ketentuan, segera laporkan ke kita agar dapat diproses,” pungkasnya. (ian)