Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Pulau Penawar Rindu, Belakangpadang Sajikan Masakan Melayu ke Wisatawan

Niat Wali Kota Batam Muhammad Rudi meningkatkan kunjunga wisata ke Pulau Belakang Padang atau dikenal sebagai Pulau Peawar Rindur, bukan isapan jempol Ini dibuktikannya dengan menggesa penataan jalan di Kecamatan Belakang Padang sehingga diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan kembali ke pulau tersebut karena nyaman di dalam perjalannya. Rudi juga mengajak masyarakat, RT dan RW setempat mendukung dan memelihara sarana yang sudah dibangun pemerintah tersebut. “Sebagian sudah selesai dibangun. Ada beberapa titik di lokasi lain yang perlu ditata kembali,” ujar Rudi saat silaturahmi bersama masyarakat di Gedung Nasional Kecamatan Belakang Padang, kemarin.

Salahs atu spot foto di sala satu sudut di Pulau Belakangpadang. (ft street,co)

Pariwisata diyakini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, karena secara multiplier effect pengaruhnya besar terhadap banyak sektor, termasuk UKM. salah satunya di spot wisata kuliner.

Nah, Kota Batam memiliki salah satu spot wisata kuliner yang dapat diakses wisatawa. Peran pemerintah di sini dapat membantu melalui penyiapan infrastrukturnya.

Seperti yang akan dilakukan 2020 ini, yaitu pelebaran beberapa jalan utama di Pulau Belakangpadang. salah satunya yakni dari depan pelabuhan sampai ke Gedung Nasional.

Belakangpadang merupakan bagian dari Kota Batam namun satu pulau terpisah tersendiri dari Kota Batam. Tepatnya berada di seberang Sekupang.

Belakang dikenal banyak orang sebagai Pulau Penawar Rindu , dan ternyata Belakangpadang Kota Batam ini menyimpan potensi pariwasata Kota Batam yang mumpuni yang bisa dijual ke wisatawan .

Apa itu? Keragaman masakan melayu yang disajikan masyarakatnya membuat Belakangpadang bisa tenar wisata kulinernya. Ini juga yang membuat Wali Kota Batam M Rudi mengajak masyarakat Belakangpadang menggaungkan lagi agar wisatawan mau berkunjung ke pulau ini.

“Cendol Belakangpadang enak. Ada prata juga. Tapi banyak juga wisatawan belum tahu, sehingga perlu digaungkan. Jadi wisatawan kalau ke Batam, ingin singgah ke Belakangpadang juga,” kata Rudi beberapa waktu lalu.

Masyarakat Belakangpadang juga dituntut dapat berinovasi terutama dalam hal pelayanan pariwisata. Berbagai hal perlu dikembangkan supaya wisatawan senang saat melakukan kunjungannya.

“Hal-hal yang menarik ini harus Bapak Ibu ciptakan. Buat mereka rindu masakan Belakangpadang. Supaya salah satu alasan datang ke sini berwisata, mencari kulinernya,” tambahnya.

Rudi mengatakan pengembangan pariwisata ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, karen memiliki multiplier effect terhadap banyak sektor, termasuk UKM salah satunya dibidang kuliner.

Untuk memberikan akses kepada wisatawan yang lebih baik, pemerintah dapat membantu melalui penyiapan infrastruktur. Seperti yang akan dilakukan 2020 ini, yaitu pelebaran beberapa jalan utama di Pulau Belakangpadang. salah satunya yakni dari depan pelabuhan sampai ke Gedung Nasional.

“Tahun ini akan dilaksanakan pelebaran jalan di depan Gedung Nasional sepanjang 200 meter. Kita harap 2021 bisa 200 meter lagi. Sehingga suatu waktu akan sampai ke ujung. Supaya indah jalan Belakangpadang ini,” sebut Rudi.

Selain jalan, transportasi laut menuju Belakangpadang juga perlu dibenahi. Kapal penumpang harus disiapkan yang aman dan nyaman.

Sementara itu, Camat Belakangpadang Yudi Admaji menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Batam pada tahun 2020, baik program percepatan infrastruktur kelurahan (PIK) maupun yang dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD). Total ada 28 kegiatan yang dilakukan OPD di Kecamatan Belakangpadang pada 2020 ini.

“Tahun ini ada pelebaran jalan depan pelabuhan sampai ke simpang menuju Sekanak Raya, pembangunan gedung serbaguna di Sekanak Raya, dan atap pelabuhan Pulau Lengkang dan Sarang,” kata Yudi.

Sedangkan tahun 2019 yang sudah selesai yaitu pembangunan pelabuhan di Sekanak Raya. Kemudian jalan baru dari Kampung Baru sampai ke Simpang Sekanak Raya. (*/ddh)

Exit mobile version