Karimun – Pemberitaan soal kompensasi dari PT Karimun Mininh untuk Maret yang dibayar dengan cek kosong diberitakan media di Kepri, Jumat (7/4/2017) lalu, berbuntut panjang.

Cek kosong yang diterima 480 nelayan di Mecamatan Kundur yang disampaikan ke media massa itu membuat manajelem PT Karimun Mining, geram. Efeknya, perusahaan enggan membayar kompensasi lanjutan tersebut ke depannya.

Informasi tersebut disampaikan salah seorang nelayan di Kecamatan Kundur pada Jumat sore seraya geram atas kebijakan perusahaan bergerak di bidang pengerukan bijih timah itu. Menurut dia, kompensasi nelayan merupakan kewajiban perusahaan dan sudah tertuang dalam perjanjian saat akan melakukan pengerukan di perairan Kundur dan Ungar.

“Tadi siang saya dapat informasi dari dua orang ketua nelayan di Kundur dan Ungar, bahwasanya manajemen PT Karimun Mining enggan membayarkan kompensasi. Alasannya nelayan sudah berkomentar dan berita cek kosong yang dinilai sebagai pembohongan terhadap nelayan sudah terbit di media. Perusahaan mengancam tidak mau mencairkan,” ujar salah seorang nelayan di Kecamatan Kundur yang enggan disebutkan namanya seperti dikutip dari sindobatam.com.

Bahkan, kata nelayan, manajemen perusahaan milik Gubernur Kepri Nurdin Basirun itu sempat mengintimidasi ketua nelayan Kundur dan Ungar karena diduga membocorkan kepada wartawan terkait kompensasi cek kosong. Manajemen PT Karimun Mining menilai kedua ketua nelayan tersebut paling paham permasalahan kompensasi.

“Kenapa sasarannya cuma ke ketua kami. Informasi cek kosong itu tidak cuma satu orang saja yang dapat, kami semua nelayan tahu betul, artinya jangan cuma para ketua yang jadi terduga,” terangnya.

Sayangnya, sumber yang juga sebagai nelayan itu tidak sempat menanyakan kepada para ketua nelayan. Terkait maksud dari PT Karimun Mining menyerahkan kompensasi untuk Maret hanya berupa cek kosong dan hingga kini tindakan itu dinilai adalah sebagai perbuatan menipu 480 nelayan.

“Intinya kompensasi hanya Rp177 ribu untuk masing-masing nelayan atau Rp85 juta terancam tidak kami dapatkan. Alasannya itu tadi, PT Karimun Mining merasa tidak suka diberitakan,” katanya.

Sementara, General Affair PT Karimun Mining Een ketika dikonfirmasi nomor ponselnya sedang memblokir semua nomor panggilan. Pesan singkat yang dikirim juga tidak dibalas. Hingga berita ini diturunkan, kapal isap timah milik PT Karimun Mining masih berlabuh di Selat Tanjungbatu atau lebih dekat dengan Desa Sungai Buluh Kecamatan Ungar. (**)