Karimun, Lendoot.com – Dugaan penyebab kematian seorang pengamen bernama Febri di gedung kosong kawasan Puakang, Kelurahan Tanjungbalai Kota dikarenakan kelebihan dosis mengkonsumsi obat- obatan.
Kapolsek Balai Karimun Kompol Edy Wiyanto mengatakan, korban diketahui sehari- hari mengkonsumsi obat- obatan merk Antimo. Bahkan, satu hari korban bisa mengkonsumsi setidaknya dua papan sampai 10 papan.
“Disekitar korban ditemukan obat antimo, masih bersisa 1 setengah papan lagi. Dari keterangan rekan- rekannya juga menyebutkan tiap hari korban mengkonsumsi obat tersebut,” kata Kompol Edy.
Ia mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi bagian hidung mengeluarkan darah dan diduga disebabkan menahan sakit.
“Kondisinya bagian muka lebam. Kami masih menunggu hasil visum bagaimana,” katanya.
Karimun, Lendoot.com – Seorang pria berusia sekitar 30 tahun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah gedung kosong di kawasan RT 01 RW 01 Jalan Setia Budi Kelurahan Tanjungbalai Kota, Sabtu (31/12/2022) sekira pukul 10.00 Wib.
Pria bernama Febri itu diketahui sehari- harinya berprofesi sebagai pengamen di wilayah Kelurahan Tanjungbalai Kota. Dugaan sementara, pria akrab dipanggil Ebi itu mengalami overdosis dari obat- obatan.
Keterangan dari rekan korban, Andika, korban terakhir terlihat pada Kamis( 29/12/2022) pagi. Saat itu, kondisinya dalam keadaan sehat tanpa ada tanda- tanda mengalami sakit.
“Kamis kemarin terakhir bertemu disini. Sudah dua hari saya tidak main kesini, dan hari ini korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Dika ditemui dilokasi, Sabtu (31/12/2022).
Dari keterangan rekannya juga, korban diketahui sering mengkonsumsi obat- obatan merk Antimo. Dalam sehari, bahkan mereka bisa mengkonsumsi 2- 10 papan.
“Untuk mabuk biasanya, bisa 2 sampai 10 papan. Korban seperti itu, sejak ditinggal istrinya lari,” katanya.
(*)

