Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Praktisi dan Pengamat Tekankan Konsistensi dan Adaptasi Teknologi dalam Upaya UMKM Go Digital

Pasarnya juga masih menjanjikan, bukan hanya pasar lokal, atau nasional, bahkan luar negeri seperti Eropa dan Australia juga meminatinya. Seperti misalnya saja, souvenir biji bijian maupun aneka kayu daur ulang, yang dikemas sedemikian rupa sehingga tidak merusak lingkungan, bahkan mengajak orang untuk menanam. Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Caraka Bumi asal Kediri, Jawa Timur salah satu yang melihatnya sebagai peluang.

Souvenir UMKM dari Kediri ini sudah tembus pasar Eropa. Pelaku usahanya bisa mengurus izin perseroan perseorangan dengan cara yang lebih mudah,(infopublik)

Jakarta – Praktisi kehumasan dan pakar budaya digital, Ruli Nasrullah atau yang akrab disapa Kang Arul, menekankan pentingnya konsistensi dalam membangun kehadiran digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). ia menegaskan bahwa keberhasilan dalam memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran tidak bisa diraih secara instan.

Demikian disampaikan Praktisi kehumasan dan pakar budaya digital, Ruli Nasrullah pada acara webinar Forum Diskusi Publik Digitalisasi UMKM, beberapa waktu lalu.

“Konten itu nggak ujug-ujug jadi. Biasanya proses drafting bisa sampai satu bulan, baik di TikTok atau media sosial lain,” ujar Ruli. Ia menambahkan bahwa teknologi dan fitur yang tersedia saat ini sangat mendukung para pelaku UMKM untuk bertransformasi ke digital.

“Yang susah itu konsisten. Baru sebulan posting, terus bilang nggak ada yang beli, langsung down. Padahal, kita sarankan tunggu sampai 100 konten. Rutin dulu, baru nanti semua akan terasa lebih mudah,” tegasnya.

Ruli juga mengingatkan soal pentingnya pengelolaan file digital, seperti ukuran file visual yang terlalu besar, karena bisa menyulitkan saat koneksi internet tidak stabil. Ia menyarankan agar pelaku UMKM menggunakan aplikasi kompresi untuk menghindari kendala teknis saat unggah konten.

Sementara itu, pengamat UMKM, Oratna Wati Br. Singarimbun menyoroti pentingnya semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan modal dan infrastruktur digital.

“Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Mulailah dari hal kecil, jangan mau dibatasi oleh kondisi seperti kurang internet atau kurang modal,” ujarnya.

Oratna juga mengajak peserta, yang didominasi mahasiswa dan pendidik, untuk berani menjadi pelaku UMKM digital. Ia menyebutkan adanya dukungan dari tim pendamping UMKM seperti yang dipimpin Ibu Novi, yang siap membantu dalam hal branding, packaging, hingga pelatihan.

“Gabungkan semangat digitalisasi agar masyarakat, khususnya di Sumatera Utara, semakin melek teknologi, apalagi dalam pengelolaan website,” tutupnya.

Diskusi ditutup dengan pesan bersama untuk memulai langkah sekecil apa pun dan tetap konsisten dalam menjalani proses digitalisasi UMKM. (*/rsd)

Artikel ini telah tayang di infopublik.id berjuudul Dorong UMKM Go Digital, Praktisi dan Pengamat Tekankan Konsistensi dan Adaptasi Teknologi

Exit mobile version