Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya bersama Istri disambut dengan prosesi pedang pora di Mapolres Karimun pagi tadi
Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya bersama Istri disambut dengan prosesi pedang pora di Mapolres Karimun pagi tadi (Riandi)

(TAJUK) Tongkat kepemimpinan Kepala Polres Karimun telah berganti. Dari AKBP Agus Fajaruddin kepada AKBP Hengky Pramudya.

Harapan Bupati Karimun Aunur Rafiq turut menyertai kepada Kapolres yang baru saat acara seremoni belum lama ini. Rafiq menyampai harapannya agar Hengky dapat melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan pejabat Kapolres yang lama.

Hanya saja, harapan Aunur Rafiq hanya bersifat umum saja. Yakni, membantu menciptakan kondusifnya Karimun dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Di balik kata kondusif, seharusnya Aunur Rafiq sebagai orang nomor satu di kabupaten ini, mencermati rasa tidak aman dan nyaman masyarakatnya saat ini. Yakni, PR (pekerjaan rumah) berupa ada kasus pembunuhan yang belum terungkap sejak tahun lalu.

Selama tahun 2017, laporan polisi yang masuk sekitar 319 kasus, sementara itu di tahun 2016 tercatat sebanyak 443 laporan polisi.

Sementara itu, untuk penyelesaian kasus (crime Clearance) terjadi peningkatan di tahun 2017, yaitu dari 319 kasus, terselesaikan sebanyak 233 kasus.

Memang, dari data Satuan Reserse Kriminal Umun (Satreskrim) Polres Karimun selama tahun 2017,  aksi kejahatan mengalami penurunan dibandingkan tahun 2016. Hanya saja, kejahatan sadis berupa pembunuhan, ada yang belum terungkap.

Hanya saja, masyarakat tidak akan pernah lupa kasus pembunuhan yang mengheboh tahun lalu. Yakni, pembunuhan seorang Satpam Masjid Agung Karimun, pada 4 Juni 2017 lalu.

Pembunuh si penjaga Masjid Agung Karimun, Korban Safari (40), masih berkeliaran. Hingga kini Satrekrim Polres Karimun belum berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang ditengarai pencurian kotak amal masjid.

Waktu itu, Safari ditusuk menggunakan obeng di dalam masjid.

Peristiwa pembunuhan tersebut ini patut menjadi perhatian serius Kapolres yang baru, jika kinerjanya ingin disebut sebagai baik oleh masyarakat.

Bukankah tugas polisi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakatnya? Untuk itu, sumber daya harus dikerahkan pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini. (*)