Karimun, Lendoot.com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Karimun menerima berkas penyidikan dan barang bukti dari penyidik Satres Polres Karimun terkait perkara dugaan politik uang yang ditemukan oleh Bawaslu di Kecamatan Moro.

Berkas penyidikan dan barang bukti diserahkan karena sudah sampai tahap dua atau P21. Berkas tersebut diserahkan langsung Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara dan langsung diterima Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Karimun Diki Yunandar Siregar.

Dalam perkara ini menyeret dua orang caleg Partai Perindo berinisial Ed yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dapil Kepri dan Ica yang mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri dapil Karimun.

“Hari ini sudah dilimpahkan berkas sudah lengkap. Dilaksanakan tahap dua penyerahan barang bukti dan berkas.┬áNamun kedua tersangka tidak dihadirkan,” kata Lulik.

Disebutkan Lulik, untuk perkara pidana pemilu di Karimun yang masuk ke pihaknya baru satu. “Kalau pelanggaran administrasi ada, tapi Bawaslu yang menangani,” kata Lulik.

Dikesempatan yang sama, Diki membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan dari penyidik kepolisian.

Beberapa barang bukti yang diterima kejaksaan diantaranya parabola, uang tunai pecahan Rp 50 ribu tiga lembar, bukti transfer uang, baju dan ponsel.

“Untuk dana transferan ada sekitar Rp 40 juta dari istri Ed. Barang bukti dalam rangka kegiatan (kampanye berbentuk turnamen sepakbola) dan hadiahnya,” tambah Diki.

Diki menyebutkan pihaknya akan segera menyelesaikan berkas untuk dilimpahkan ke pengadilan. Untuk kedua tersangka tidak ditahan karena ancaman hukuman yang di bawah lima tahun.

“Mudah-mudahan besok sudah dilimpah ke pengadilan. Tersangka gak ditahan. Memang ada aturannya ancaman di bawah lima tahun,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya Bawaslu Karimun melimpahkan berkas dugaan pidana korupsi tersebut ke penyidik kepolisian.

Di mana Bawaslu menyebutkan dalam kasus itu diduga terjadinya praktik politik uang pada kegiatan turnamen bola. Adapun modusnya adalah para tersangka memberikan hadiah yang nilainya telah melanggar aturan. (Parulian Turnip)