Kasatreskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara (dua dari kanan) menjelaskan kronologis penangkapan 10 Ton bawang merah dan garam di Mapolres Karimun
Kasatreskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara (dua dari kanan) menjelaskan kronologis penangkapan 10 Ton bawang merah dan garam di Mapolres Karimun (ian)

Karimun, Lendoot.com – Kapal Motor (KM) Meysia II GT 30 bermuatan 10 Ton bawang merah dan 7.500 Kilogram garam diamankan Satuan Reskrim Polres Karimun pada Senin (21/8/2017) dini hari di Pelabuhan Sawang, Kecamatan Kundur Barat.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara saat ekspos perkara mengatakan, penangkapan berawal setelah pihaknya mendapatkan informasi mengenai sebuah kapal bermuatan bawang merah dan garam ilegal dari Malaysia tengah bergerak ke Sawang.

“Kita langsung bergerak. Tapi di sana kita dapatkan KM Meysia II sudah sandar. Informasinya kapal berasal dari Selat Panjag,” kata Lulik di Mako Polres, Rabu (23/8/2017).

Ketika polisi tiba di Pelabuhan Sawang, beberapa warga setempat sedang menurunkan muatan dari kapal. Dari informasi yang diperoleh dari warga, nahkoda KM Meysia bernama Rafiq. Namun Ia tidak berada di lokasi saat penangkapan dilakukan.

Lulik menyebutkan pihaknya langsung memburu Rafiq. Namun hingga kapal ditarik ke pelabuhan Satpol Air Polres Karimun di wilayah Kolong sekira pukul 11.00 WIB, Rafiq masih berstatus DPO.

“Ada nama nahkoda, Rafiq, muncul dari masyarakat setempat. Di lokasi hanya ditemukan lima kuli panggul yang sedang menurunkan sebagian kecil muatan. Sampai sekarang kita sedang cari pemilik kapal,” ucap Lulik.

Lulik menjelaskan, karena diduga melanggar aturan kepabeanan, kapal beserta muatannya dilimpahkan ke Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Kelas II Tanjungbalai Karimun untuk ditindak lanjuti.

Kasi penyuluhan dan Pelayanan Informasi KPPBC Kelas II Tanjungbalai Karimun, Taufik yang ikut hadir saat ekspose perkara mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan untuk barang bukti bawang merah dan garam rencananya akan dihibahkan.

“Namun sebelum kita hibahkan, bawang merah dan garam ini akan kita lakukan uji lab dulu, kalau memang layak nanti akan kita hibahkan, tapi kalau dilihat dari kondisi bawang sendiri layak untuk dikonsumsi,” kata Taufik.

Belum ada tersangka yang ditetapkan polisi terkait kasus ini. Sementara para kuli panggul yang ditemui di lokasi hanya diperiksa sebagai saksi. (ian)