Polisi geledah dan menyita sejumlah barang bukti dari Kantor DPRD Karimun beberapa waktu lalu. Foto : Lendoot.com/rk

Karimun, Lendoot.com – Dua tahun penyidikan berjalan, kini kasus dugaan korupsi penyelewengan dana perjalanan dinas anggota DPRD Karimun memasuki babak baru.

Setelah sebelumnya, Mantan Bendahara DPRD Karimun berinisial Bz ditetapkan sebagai tersangka, kini polisi kembali menetapkan tersangka baru, yakni Mantan Sekretaris Dewan (Sekwan), UA.

BZ ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan perhitungan bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus ini, Sementara UA baru saja ditetapkan sebagai tersangka pada Juli kemarin.

“Untuk BZ kami tetapkan tersangka berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara dari BPK RI. BZ selaku bendahara melakukan kegiatan pencatatan dan mendapat keuntungan dari kegiatan itu,”ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono, saat ditemui di Mapolres Karimun, Kamis (18/6/2020).

Sementara, UA menjabat Sekwan saat itu ditetapkan sebagai tersangka setelah pihaknya mendapat petunjuk berupa satu buah catatan kecil.

“Itu juga berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara dari BPK dan disertai satu petunjuk berupa catatan kecil. Ini sudah ditetapkan tersangka, sudah sebulan,”jelasnya.

Ia mengatakan, kasus dugaan korupsi itu telah beberapa kali dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Karimun. Namun, berkas pelimpahan P-19, disebabkan ada beberapa hal yang perlu dilengkapi.

“Akan tetapi kita telah melakukan koordinasi dengan kejaksaan untuk meningkatkan status kasus tersebut menjadi tahap II setelah melengkapi petunjuk yang ada, kemungkinan minggu ini,” katanya.

Menurut hasil perhitungan kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 1,3 miliar. Kemudian, sejauh ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

“Saksi sudah banyak yang kita periksa, termasuk salah satunya anggota dewan sendiri,” katanya.

(rk)