Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara menunjukkan barang bukti Upal yang diamankan
Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara menunjukkan barang bukti Upal yang diamankan (ian)

Karimun, Lendoot.com – Polisi menangkap Jufisal (27) pelaku pengedar uang palsu (upal) di Karimun, Selasa (8/5/2018) pukul 18.00 WIB. Dalam menjalankan aksinya, pelaku selalu melakukan transaksi jual-beli menggunakan uang palsu pecahan Rp 100 ribu di warung-warung klontong.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara mengatakan bahwa, penangkapan pelaku dilakukan setelah salah seorang korban yakni pemilik toko klontong datang ke SPKT Polres Karimun melaporkan ada seseorang berbelanja di warungnya diduga dengan menggunakan uang palsu pecahan 100 ribu.

“Jadi setelah kita lakukan penyelidikan lebih lanjut, tersangka kita amankan di rumahnya di Kolong atas, Telaga Riau, Kelurahan Sei Lakam Barat. Saat kita interogasi tersangka mengakui bahwa ia telah mengedarkan uang palsu di warung-warung klontong,” kata Lulik saat press rilis di Mapolres Karimun, Jumat (11/5/2018).

Lulik menjelaskan, sasaran tersangka untuk penyebaran uang palsu adalah pemilik warung yang dijaga oleh ibu-ibu dan usianya sudah tua. Saat ini polisi masih mendalami apakah tersangka masih berkaitan dengan peredaran uang palsu yang ditemukan di beberapa lokasi di Karimun.

“Jadi pelaku ini selalu mencari korbannya ibu-ibu yang sudah agak tua, lalu membelanjakannya untuk membeli seperti minuman gelas, komik dan rokok,” kata Lulik Febyantara.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan dua lembar uang kertas palsu pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu, Laptop dan mesin printer yang digunakan tersangka untuk mencetak uang palsu.

Selain mengamankan upal dari tersangka, polisi juga mengamankan uang palsu di beberapa lokasi yang ada di Kabupaten Karimun, diantaranya, pecahan Rp 100.000 sebanyak 30 lembar di Polsek Moro, pecahan Rp 100.000 lama sebanyak 84 lembar dan pecahan Rp 50.000 lama sebanyak sebanyak 190 lembar, pecahan Rp 100.000 baru 1 lembar dan di depan RSUD 1 lembar pecahan Rp 100.000.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 36 ayat 1,2 undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang Mata uang dengan ancaman maksimal 10 Tahun penjara. (ian)