Seribuan pekerja PT MOS saat aksi unjukrasa, belum lama ini. (dok lendoot)
Seribuan pekerja PT MOS saat aksi unjukrasa, belum lama ini. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Aksi unjukrasa di PT Multi Ocean Shipyard (MOS) Karimun beberapa waktu lalu, yang dinodai dengan aksi pengrusakan dan pencurian, aampai saat ini Polres Karimun masih ditangani Polres Karimun.

Meski masih mengalami kekurangan alat bukti untuk menetapkan tersangka atas kasus pengerusakan akan tetap dilanjutkan Pihak Polres Karimun.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiraseno saat dikonfirmasi, Kamis (19/1/2017) mengatakan pihaknya harus melakukan pemeriksaan ulang di lokasi kejadian. Setelah sebelumnya telah dilakukan olah TKP, pemeriksaan ulang tetap dilakukan dengan melibatkan Tim Inafis.

“Ini kita mau ke TKP lagi. Kita masih kekurangan alat bukti untuk menetapkan tersangka. Tetapi tetap akan kita buru,” kata Dwihatmoko.

Dwihatmoko menyebut kendala yang dihadapi diantaranya karena tidak adanya CCTv di lokasi pengerusakan. Selain itu saksi yang sudah diperiksa mengaku tidak mengetahui secara pasti pelaku pengerusakan.

“Saksi ada yang kita periksa. Tapi tidak terlalu kenal dengan pelaku. Di TKP juga tidak ada CCTv,” ujarnya.

Untuk sementara ini Satreskrim Polres Karimun telah memeriksa sebanyak 11 saksi, termasuk pihak manajemen dan beberapa karyawan PT MOS lainnya. Selanjutnya menurut Dwihatmoko kemungkinan pihaknya masih akan memanggil saksi lainnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara diduga pelaku pengerusakan adalah para karyawan PT MOS yang melakukan demonstrasi akibat masalah pembayaran gaji yang telat hingga berujung pada kerusuhan.

“Kita sudah periksa 11 orang tapi belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Diperkirakan pelaku karyawan,” ujarnya

Diberitakan sebelumnya, seribuan karyawam PT MOS yang kecewa karena gaji terlambat dibayar melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (12/1/2017). Aksi tersebut berbuntut pada penyerangan kantor dan dugaan pencurian alat kantor manajerialnya. (ian)