Karimun, Lendoot.com – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab Karimun ditahan polisi. Ini setelah Satnarkoba Polres Karimun melakukan penangkapan terkait dugaan peredaran narkoba, Minggu (8/7/2018) lalu.

Polisi mengamankan dua pria berinisial DI dan AM di suatu rumah di Batu Lipai, Kelurahan Barat, Kecamatan Meral, Minggu (8/7/2018).

Wakapolres Karimun, Kompol Agung Gima Sunarya didampingi Kasat Narkoba Polres Karimun, AKP Rayendra Arga Prayana membenarkan kabar tersebut. setelah dilakukan interogasi terhadap DI, ternyata adalah berstatus PNS di Pemerintahan Kabupaten Karimun.

“Setelah kita interogasi, DI ini bekerja sebagai PNS di Karimun. Kemudian dia juga mengaku ada menyimpan barang bukti berupa sabu-sabu,” katanya saat menggelar konferensi pers di Mapolres Karimun, Jumat (13/7/2018).

Gima mengatakan, mendengar pengakuan DI, selanjutnya polisi dengan disaksikan Ketua RT setempat, polisi menemukan 9 paket sabu di dalam dompet berwarna hitam yang diletakkan di atas tempat tidur.

“Hasil penggeledahan kita menemukan 9 paket sabu di dompet miliknya, beserta 1 kaca pyrex dan 2 alat hisap sabu di bawah meja,” ujarnya.

Gima menjelaskan, setelah itu polisi melanjutkan interogasi. Selanjutnya DI mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari IW yang saat ini masih DPO (dagtar pencarian orang).

“Saat kita mengamankan DI ini, ada seorang pria berinisial AM datang kerumah DI, setelah digeledah kita menemukan 1 paket sabu di dompetnya. Ternyata barang yang dimiliki AM ini didapat dari DI, sedangkan DI mendapat barang dari IW yang saat ini masih DPO,” jelasnya.

Untuk barang bukti yang berhasil diamankan Satnarkoba Polres Karimun adalah 10 paket kecil sabu seberat 3,96 gram. Terdapat juga, 1 buah timbangan digital, 1 buah kaca pyrex, 2 alat hisap sabu, 2 buah dompet dan 2 handphone.

Kedua tersangka tersebut dijerat pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. Kemudian denda paling sedikit Rp. 800.000.000 dan paling banyak Rp. 8.000.000.000. (riandi)