Logo PLN. (istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Sejak Oktober 2016 lalu unit dua mesin pembangkit sudah beroperasi. Pengoperasiannya untuk menggantikan mesin unit satu yang sedang menjalani pemeliharaan.

Manajer PLTU Tanjungsebatak, Lukman  memprediksi pemeliharaan tersebut akan memakan waktu hingga empat bulan mendatang, atau memasuki Bulan Suci Ramadan. Lalu apa yang akan terjadi?

“InshaAllah, menjelang puasa kita sudah standbye (persiapkan) satu unit mesin untuk dioperasikan. Sekarang dua unit mesin sudah beroperasi yang menghasilkan daya listrik mencapai 6.5 Megawatt dari 7 Megawatt,” kata Manager PLTU Tanjungsebatak Lukman, Jumat (17/2/2017).

Dengan adanya bantuan satu unit mesin yang sudah beroperasi, maka secara otomatis tidak ada terjadi defisit daya akibat kekurangan pasokan daya listrik baik dari PLTU maupun PLTD, atau tidak terjadi pemadaman.

“Saat dilakukan perawatan terhadap mesin diesel yang ada PLTD yang ada di Bukit Carok milik PT (Persero) PLN Rayon, InshaAllah tidak akan terjadi pemadaman karena tidak terjadi defisi,” jelasnya.

Biasanya, tambahnya, kalau perawatan mesin dilakukan setelah 6000 jam hingga 8000 jam beroperasi. Sebab, mesin-mesin tersebut beroperasi 24 jam non stop. “Kalau terjadi pemadaman dikarenakan faktor alam, Anda bisa lihat sendiri saat sekarang ini cuacanya cukup ekstrem terutama pada sore hari, tapi jarang pemadaman,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala PT (Persero) PLN Rayon Tanjungbalai Karimun Fauzar Zain mengatakan, daya listrik ke pelanggan saat ini mencapai 30,5 Megawatt dengan beban puncak 25,8 Megawatt di saat sore hingga malam hari.

Kondisi ini membuat kebutuhan daya listrik di pulau Karimun ini telah mencukupi bahkan surplus daya listrik yang sudah termasuk dari PLTU Tanjungsebatak.

“Alhamdulillah, saat ini daya listrik cukup untuk kebutuhan pelanggan PLN yang mencapai 38.681 pelanggan yang tersebar di 4 Kecamatan,” ucapnya. (ian)