Parkir yang semrawut di Jalan Nusantara, belum lama ini. (dok lendoot)
Parkir yang semrawut di Jalan Nusantara, belum lama ini. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Langkah tim gabungan yang membongkar paksa lapak pedagang kaki lima (PK5) di Jalan Haji Arab Kelurahan Sei Lakam Timur, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun Provinsi Kepri, Senin (27/3/2017) siang kemarin, menuai pro dan kontra.

Yang pro rata-rata mengatakan, kawasan tersebut sangat tidak baik dijadikan tempat berjualan atau pasar karena berdampak sosial yang negatif lainnya, seperti macet, kawasan jadi tidak indah dan mengganggu keselamatan berkendara warga.

Yang kontra, rata-rata mengungkapkan penyeselannya karena pedagang di kawasan itu sangat membantu para ibu yang hanya sempat berbelanja pada sore hari. Sisanya, dari PK5 sendiri mengungkapkan bahwa tindakan pembongkaran paksa tim gabungan tersebut tidak manusia karena PK5 adalah warga miskin.

Terlepas dari itu semua, persoalan penertiban sudah berlalu dan berjalan lancar dan aman. Tidak seperti di kota-kota lainnya aksi pembongkaran terjadi diwarnai kisruh karena tidak ada aksi perlawanan dari para pedagang yang lapaknya dibongkar.

Usai penertiban PK5 di Puakang tersebut, beberapa tanggapan lain yang tidak berhubungan langsung dengan penertiban PK5 tersebut, bermunculan. Bahkan massengger akun FB Lendoot.com dibanjiri komentar warga, agar setelah penertiban PK5 tersebut, diadakan penertiban-penertiban lainnya.

Yang paling banyak disampaikan di antaranya; meminta ketegasan Pemkab Karimun dan tim penertiban agar juga menertibkan perparkiran kendaraan di beberapa titik jalan di Pulau Karimun.

Sepanjang Jalan Nusantara, Jalan Meral Kota menjadi titik yang diminta warga agar segera dilakukan penertiban.

“Beresin juga parkir di Meral dan Jalan Nusantara itu pak. Kami jadi terganggu saat melintas di kawasan itu. Tolong ini juga diperhatikan dan ditertibkan, jangan PK5 saja,” tulis warga dalam laporannya ke redaksi Lendoot.com.

Masalah perparkiran yang semrawut di beberapa titik Jalan Nusantara juga disampaikan beberapa warga lainnya.

“Yang ada di Jalan Nusantara itu banyak mobil pribadi parkir seenaknya tanpa kenal waktu. Jalan milik pemerintah sudah seperti garasinya sendiri. Ini perlu ditertibkan juga,  mohon obyektif jugalah dalam melakukan penertiban,” tulis seorang warga dalam pesan singkat di massanger akun FB Lendoot Lendoot. (*)