Karimun, Lendoot.com – Banjir yang terjadi di sejumlah titik di Kapling Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun yang berdekatan dengan pembangunan rumah toko dan rumah tinggal PT Mega Sedayu Estate, belum lama ini membuat warga setempat resah.

Dari kejadian ini, sekitar 24 KK warga lingkungan Kapling yang rumahnya terendam air telah mengambil sikap terhadap permasalahan tersebut.

“Para warga sangat berkeberatan dengan pembangunan yang dilakukan oleh PT Mega Sedayu Estate tersebut. Sebab, setelah PT Mega Sedayu melakukan pembangunan sejak awal Maret 2016, daerah mereka selalu mengalami kebanjiran yang tidak pernah dirasakan selama ini,” kata seorang warga Kapling, Suwandi melalui kuasa hukumnya, Edwar Kelvin, Rabu (17/10/2017).

Dikatakan Edwar lagi, pada Selasa tanggal 16 Oktober 2017, dirinya sudah mengirim surat pengaduan/laporan sekaligus berisi ultimatum kepada Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pembangunan Umum, Dinas Penanaman modal dan Pelayanan terpadu, Kantor Kecamatan Tebing dan Kelurahan Kapling agar mengambil sikap terkait pembangunan yang dilakukan oleh PT Mega Sedayu Estate.

Keesokannya sambung Edwar, juga telah mengajukan surat pengaduan ke pimpinan DPRD Kabupaten Karimun, Bakti Lubis SH.

“Pimpinan DPRD Kabupaten Karimun merespon positif terhadap pengaduan tersebut. Dia menyatakan, tidak ada yang merasa kuat saat ini. Siapa yang benar, maka mereka harus memperoleh keadilan,” kata Pimpinan DPRD Kabupaten Karimun ditirukan Erdwar.

Edwar menjelaskan, laporan yang ia masukan itu mengenai perizinan pembangunan, dokumen lingkungan hidup, surat rekomendasi kajian lingkungan, serta SPPL atas nama PT Mega Sedayu Estate. (*/sjs)