Ilustrasi Salar Idul Adha beberapa waktu lalum (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Pemerintah Kabupaten Karimun memastikan belum akan mencabut kebijakan meniadakan Salat Jumat dan Salat Idul Fitri 1441 Hijriyah di tengah wabah Pandemi Covid-19.

Saat ini, Pemkab Karimun tengah menyiapkan regulasi baru memperkuat imbauan sebelumnya perihal kebijakan tersebut bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat kepolisian.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq kepada sejumlah wartawan usai pertemuan di kantor Bupati Karimun, Rabu (13/5/2020) siang.

Seraya meminta maaf, Rafiq mengatakan, Salat Jumat dan Salat Idul Fitri 1441 Hijriah kemungkinan belum diadakan di Karimun Kepri.

“Saya mohon maaf, saya mohon ampun kepada Allah SWT. Demi kebaikan kita bersama, Solat Jumat dan Salat Idul Fitri 1441 hijriah masih belum bisa kita laksanakan,” kata Rafiq.

Ia mengaku keputusan itu diambil usai melakukan pertemuan dan menerima masukan dari berbagai pihak di Media Centre Gugus Tugas Percepatan Oenanganan Covid-19, Selasa (12/5/2020).

Menurutnya, turut hadir dalam pertemuan resmi tersebut di antaranya para mubaligh, MUI, kepolisian, tenaga medis dan lainnya.

Dalam pertemuan itu, ditemui kesepakatan untuk meniadakan Saolat Jumat dan Salat Idul Fitri 1441 Hijriah dengan pertimbangan kesehatan.

“Kemarin, kita sudah gelar pertemuan secara terbuka di Gedung Nasional. Hadir para mubaligh, aparat kepolisian, tenaga medis, MUI. Setelah mendengar semua masukan dan pandangan, akhirnya diperoleh satu kesepakatan bahwa belum bisa melaksanakan Salat Jumat dan Salat Idul Fitri,” kata Rafiq.

Kesepakatan itu kata Rafiq akan dibuatkan regulasinya berupa Surat Edaran (SE) yang kemudian akan disebarkan ke publik.

Menurut orang nomor 1 di Karimun itu, alasan belum dicabutnya imbauan meniadakan sholat Jumat dan Salat Idul Fitri, itu mempertimbangkan saat ini Karimun masih ada satu pasien positif Covid-19 yang dirawat di ruang khusus RSUD Muhammad Sani Karimun.

Kemudian, arus keluar-masuk orang dari daerah zona merah seperti Batam, Tanjung Pinang, Malaysia dan Riau ke Karimun masih terjadi.

“Makanya demi pertimbangan kesehatan dan kemaslahatan umat, kita putuskan sementara belum bisa,” kata Rafiq.

Meski menyatakan meniadakan Salat Jumat dan Salat Idul Fitri, namun Rafiq mengaku pihaknya tidak akan lantas membubarkan pihak-pihak yang tetap berkeinginan melaksanakan sholat Jumat dan sholat Idul Fitri.

“Saya hanya memberikan imbauan, kalau masih, saya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak mungkin pula saya melarang, orang mau ibadah. Faktanya di lapangan sekarang saja masih ada kan, walau kami sudah imbau untuk meniadakan,” kata Rafiq.(rk)