Karimun, Lendoot.com – Perompak yang dibekuk aparat TNI-AL dari Lanal Tbk ternyata bukan amatiran. Para perompak yang beraksi di perairan Selat Malaka dan Selat Singapura ini ternyata sudah beraksi sejak puluhan tahun lalu.
Mereka adalah A, JGPP, dan MS alias J alias P alias S, TF dan W yang dibekuk aparat Lanal Tbk, pada 31 Oktober 2023 lalu.
Perompak ini ditangkap usai menggelar pesta sabu di sebuah rumah di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri. Dua nama lainnya berinisial TF dan W berhasil melarikan diri ke Batam, dan saat ini masih dalam pengejaran.
Saat akan beraksi, mereka sebelumnya menetapkan kapal sasaran dengan menggunakan aplikasi Ship Info. Pada aplikasi ini terdapat data-data seperti nama, spesifikasi dan kecepatan kapal.
Ketika kapal dengan kecepatan 12 knots, maka para perompak ini memanjat memakai tali panjang untuk naik ke atas kapal melakukan perompakan. Biasanya mereka merompak sparepart yang dikumpulkan rekan perompak lainnya di bawahnya.
Palaksa Mayor Laut (H) P Panjaitan saat jumpa pers menjelaskan, salah satu perompak yang sudah puluhan tahun itu berinisial MS yang tergabung dalam Kelompok Jangkung. Kelompok ini, sebutnya, merupakan pemain lama.
MS alias Jangkung juga pernah terlibat dalam kasus serupa yang dilakukan oleh W alias BRO (Kelompok BRO).
Selama beraksi di wilayah Karimun, Kelompok BRO dibantu oleh laki-laki inisial M alias Kutar dalam hal mencarikan tempat penyembunyian speedboat, menyiapkan penampung atau pembeli dan rumah kontrakan.
“Perompak Kelompok Jangkung adalah pemain lama, sudah beraksi selama 23 tahun, sejak tahun 2000,” ucapnya didampingi Pasintel, Kapten Laut (E) M Amir Mahmud kepada wartawan, Rabu (1/11/2023) sore.
Para perompak selalu berpindah pindah tempat persembunyian dan selalu mengganti nama panggilan untuk menyulitkan petugas melaksanakan pelacakan.
Dalam beraksi mereka selalu merekrut warga lokal untuk turut serta agar memudahkan dalam mencari tempat tinggal persembunyian dengan tidak menunjukKan identitas yang sesungguhnya.
Formasinya juga tidak selalu tetap dan bisa saja saling silang berganti antara anggota satu kelompok dengan kelompok lainnya, serta berganti ketua kelompok disaat aksi yang berbeda.
“Diketahui selama tahun 2023, MS alias Jangkung bersama dengan kelompoknya telah melaksanakan aksi perompakan sebanyak 10 kali terhadap 10 kapal yang berbeda. Masih terdapat kelompok perompak lain yang masih aktif diantaranya adalah kelompok Jon/Jono yang diduga pelaku penusukan terhadap Nahkoda MV Merchia,” ujar P Panjaitan. (yud)

