Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi (Ist)

Karimun, Lendoot.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi mengatakan sejak adanya alat pendeteksi penyakit TBC, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas terus mencari warga yang terserang atau mengidap penyakit tersebut.

Dari hasil pencarian itu, pihaknya menemukan jumlah penderita penyakit TBC hingga Desember 2017 meningkat jika dibandingkan 2016. Untuk tahun ini jumlah yang terdata 12 orang penderita akut (TB kategori 3) sementara di 2016 hanya 6 penderita.

“Ada 12 orang yang terdeteksi mengidap TB resisten obat di tahun ini, tahun sebelumnya ada 6 orang, naik bukan berarti jelek, itu karena kegigihan teman-teman mecari di lapangan,” kata Rachmadi beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, penyakit TBC mempunyai 3 tingkatan. Untuk tingkat pertama atau ringan, pengobatan bisa 6-9 bulan. Tingkatan kedua, dimana kelanjutan dari TB pertama, dengan pengobatan juga sama selama 6-9 bulan, namun ditambah dengan suntik.

Selanjutnya, TB tingkat 3 atau TB resisten obat, tingkatan yang sudah sangat berbahaya. Karena untuk berobat memakan waktu sampai 2 tahun, dengan berbagai macam obat yang harus diminum.

Rachmadi menyampaikan bahwa penyakit TBC bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa sekaligus. TBC juga penyakit bisa menular, terutama TBC resisten obat.

Untuk itu, Ia berpesan kepada penderita TBC untuk berobat dengan baik, jangan sampai melakukan pengobatan terputus-putus. (ian)