Karimun – Aksi pencurian listrik di Karimun melalui sambungan langsung ke jaringan kabel PLN, marak terjadi di Karimun, di bawah manajerial PLN ULP Tanjungbalai Karimun.
Dari hasil penelusuran media ini, di beberapa titik jaringan PLN di jalan utama Tanjungbalai Karimun terlihat ada kabel ‘nyantol’ langsung ke jaringan PLN. Pencurian listrik ini terjadi di beberapa titik jaringan.
Dalam aturan, ini disebut sebagai pelanggaran Golongan IV (P-IV). Pencurian listrik dengan cara “nyantol” langsung ke jaringan PLN tanpa terdaftar sebagai pelanggan resmi. Ini termasuk tindak pidana karena mengambil listrik secara ilegal.
Aksi pencurian listrik ini tidak diketahui warga yang mendapatkan arus listrik tersebut. “Saya tahunya, setiap bulan bayar Rp200 ribu kepada orang yang mengaku orang PLN,” ujar warga yang wanti-wanti tak disebut namanya.
Jika diperhatikan, aksi pencurian arus listrik ini diduga kuat dilakukan mereka yang memiliki keahlian di bidang kelistrikan. Pasalnya, sangat berbahaya bagi mereka yang tidak memiliki keahlian kelitrikan serta, bukan mereka yang berkecimpung di bidang kelistrikan, seperti karyawan PT PLN itu sendiri.
Atas adanya temuan tersebut, Manajer PLN ULP Tanjungbalai Karimun Ahmad Subhan Hadi justeru mengaku tidak mengetahui adanya aksi pencurian listrik tersebut.
“Saya malah tak tahu. Kalau ada, tolong bantu sampaikan dimana lokasinya, pak. Nanti akan kami tertibkan,” ujarnya, kemarin.
Sementara, dugaan ada keterlibatan pihak PLN ULP Tanjungbalai Karimun, dengan tegas Ahmad Subhan Hadi membantahnya. “Orang yang mengerti listrik, bisa itu, pak. Tapi kalau memang terbukti anggota saya, kita pecat,” ujarnya. (msa)

