Karimun, Lendoot.com – Pemerintah Kabupaten Karimun akan kembali meninjau ulang aturan terkait Salat Idul Fitri 1441 Hijriyah tahun 2020.

Dilakukan peninjauan ulang itu usai Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Riau mengeluarkan Taushiyah MUI Provinsi Kepri nomor Kep-037/DP-P-V/V/2020 tentang pelaksanaan ibadah dan ibadah ramadhan serta idul fitri dalam situasi Pandemi Covid-19.

Bupati Karimun Aunur Rafiq dijumpai di Gedung Nasional Karimun menanggapi Taushiyah yang dikeluarkan MUI Kepri tersebut mengatakan, Pemerintah Daerah segera akan membahas hal tersebut.

“Nanti kita bahas lagi, akan dirapatkan dulu. MUI Kabupaten telah mengelar pertemuan, nanti apa keputusannya akan kami sampaikan,” ujar Rafiq usai kegiatan, Jumat (15/5/2020).

Ia mengatakan, pembahasan itu mengingat saat ini Kabupaten Karimun masuk dalam kategori zona kuning. Adanya kasus positif Covid-19 serta masih adanya pasien positif yang sedang dalam perawatan sehingga, untuk melonggarkan masyarakat guna mengerjakan ibadah belum dilakukan.

“Kita masih dalam zona kuning. Tentu kita harus melihat dulu kondisi dan keadaan,” ucap Rafiq.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karimun memastikan belum akan mencabut kebijakan meniadakan Shalat Jumat dan Shalat Idul Fitri 1441 Hijriyah ditengah wabah Pandemi Covid-19.

Saat ini, Pemkab Karimun tengah menyiapkan regulasi baru memperkuat himbauan sebelumnya perihal kebijakan tersebut bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat kepolisian.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq kepada sejumlah wartawan usai pertemuan di kantor Bupati Karimun, Rabu (13/5/2020) siang.

Seraya meminta maaf, Rafiq mengatakan, sholat Jumat dan sholat Idul Fitri 1441 Hijriah kemungkinan belum diadakan di Karimun Kepri.

“Saya mohon maaf, saya mohon ampun kepada Allah SWT. Demi kebaikan kita bersama, sholat Jumat dan sholat Idul Fitri 1441 hijriah masih belum bisa kita laksanakan,” kata Rafiq.

Ia mengaku keputusan itu diambil usai melakukan pertemuan dan menerima masukan dari berbagai pihak di Media Centre Gugus Tugas Percepatan Oenanganan Covid-19, Selasa (12/5/2020).(rk)