Bupati Karimun, Aunur Rafiq menandatangani nota kerjasama dengan Pimpinan Pondok Pesantren, H Abdullah Musthafa di Aula perpustakaan Ponpes Musthafawiyah
Bupati Karimun, Aunur Rafiq menandatangani nota kerjasama dengan Pimpinan Pondok Pesantren, H Abdullah Musthafa di Aula perpustakaan Ponpes Musthafawiyah (Humas)

Karimun, Lendoot.com – Pemkab Karimun menjalin kerjasama dengan Pesantren (Ponpes) Musthafawiyah Kabupaten Mandailing Natal, Jumat (9/3/2018) lalu.

Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan pengembangan pendidikan islam dan dakwah bagi generasi muda Karimun.

Diketahui ada sekitar 60 santri asal Karimun dan 80 santri dari Provinsi Kepri yang menimba ilmu di pondok pesantren yang terletak di Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provisi Sumatera Utara itu.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq yang datang ke Mandailing Natal, menandatangani nota kerjasama dengan Pimpinan Pondok Pesantren, H Abdullah Musthafa di Aula perpustakaan Ponpes Musthafawiyah.

Pada kesempatan itu Rafiq juga berharap dengan kerjasama tersebut maka dapat membantu para santri-santriwati asal Karimun yang berada di sana. Pendidikan agama yang dijalani generasi muda Karimun dengan baik, jelas Rafiq sejalan dengan visi dan misi empat azam Kabupaten Karimun.

“Semoga silaturrahmi dan kerjasama ini bisa membantu anak-anak kita. Ponpes ini dikenal telah menghasilkan ribuan ulama yang alumninya tersebar di indonesia dan di luar negeri,” ungkap Rafiq.

Sementara Rektor Musthafawiyah, Syeh H Abdullah Musthafa menyambut baik kerjasama yang dilakukan oleh Pemkab Karimun. Ia menyatakan kerjasama yang dijalin akan dapat meningkatkan kemajuan pondok pesantren dan para santri.

“Ini sangat baik untuk kemajuan pendidikan di pondok kami,” ujarnya.

Selain Rafiq, turut bersama rombongan Sekda Karimun (HM Firmansyah), Kepala Badan Pembiayaan Daerah (Kamarulazi), Kabag Umum (Basori), Kabag Protokol (Dwi Yandri), Ketua LAM Karimun (Abu Samah Arab), Ulama Karimun (Abdul Wahab Sinambela) serta tokoh asal Karimun lainnya. (Riandi/Ian)