Karimun, Lendoot.com – Pemerintah Kabupaten Karimun buka suara terkait adanya kabar beras bantuan pandemi Covid-19 yang tidak layak konsumsi diterima oleh sejumlah warga.

Pemerintah menilai, adanya beras tidak layak konsumsi bukan dikarenakan sebuah kesengajaan, melainkan terjadi secara tidak sengaja saat proses pengiriman dari daerah asal Sembako ke Karimun yang memakan waktu hingga 1 minggu.

Kabag Humas Pemkab Karimun Didi Irawan mengatakan, terkait adanya beras tidak layak konsumsi yang diterima oleh sejumlah penerima bantuan Pandemi Covid-19 di Karimun tersebut murni disebabkan lamanya proses transportasi angkutan ke Karimun.

“Wajar saja dengan waktu hampir seminggu perjalanan ada beberapa beras yang rusak, kemungkinan disebabkan kena air laut. Kita sudah lakukan pengecekkan dan jumlahnya ada 12 kantong yang rusak,” kata Didi dalam rilis diterima Lendoot.com, Rabu (6/5/2020).

Didi menyebutkan, terhadap beras tidak layak konsumsi atau rusak tersebut sudah diganti dengan beras premium yang layak konsumsi.

“Sebanyak 12 kantong beras yang rusak tersebut sudah diganti semua dengan beras premium yang layak konsumsi. Jadi bisa kami sampaikan bahwa 12 kantong beras yang rusak itu bukan hal yang disengajakan,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karimun menyalurkan bantuan sosial berupa sembilan bahan pokok (Sembako) kepada masyarakat Kabupaten Karimun, Sabtu (2/5/2020). Bantuan sembako tersebut merupakan langkah sigap pemerintah Karimun dalam meminimalisir dampak sosial dan ekonomi akibat Pandemi Covid-19.

Bantuan diberikan tersebut memiliki target warga kurang mampu yang tercatat sebagai warga miskin. Adapun jumlah sembako yang didistribusikan itu ialah sebanyak 33.000 paket dan akan disebar di setiap kelurahan dan desa wilayah Kabupaten Karimun.

Adapun rincian penerima bantuan diantaranya Kecamatan Karimun 5.786 paket, Tebing 3.570, Kecamatan Meral 4.000, Meral Barat 2.496, Ungar 1.550, Belat 1.317, Buru 1703, Durai 1.618, Kundur 2.970, Kundur Barat 2050, Kundur Utara 2.388 dan Moro 3.552.

Bupati Karimun Aunur Rafiq, mengatakan bantuan 33 ribu paket tersebut dialokasikan dari APBD Karimun dengan nilai anggaran mencapai Rp 6,6 milyar.

“Nilainya Rp 6,6 milyar termasuk biaya operasional pengangkutan. Paket bantuan ini seperti beras, gula, minyak dan mie instan. Semoga ini bisa membantu warga kita,”ujar Rafiq saat penyerahan bantuan tersebut di Gedung Nasional Karimun, Sabtu (2/5/2020). (rk)