Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani dalam kunjungan kerjanya di Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (15/1/2019) sore.
Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani dalam kunjungan kerjanya di Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (15/1/2019) sore.

Batam, Lendoot.com – Pemerintah pusat gencar tuntaskan penertiban impor, cukai dan ekspor ilegal di wilayah Selat Malaka, Pesisir Timur Sumatera dan Batam.

Hal ini dikatakan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani dalam kunjungan kerjanya di Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (15/1/2019) sore.

“Penertiban terhadap kegiatan impor, cukai, dan ekspor ini sangat beresiko beresiko tinggi (PICE-BT) sehingga mampu memberikan kepastian suhu ekonomi secara nasional,” katanya.

Menkeu menjelaskan, hasil capaian terhadap PICE-BT, berkontribusi terhadap importasi dan penerimaan negara. Terdapat penurunan entitas importir beresiko tinggi sebesar 46 %, kenaikan tax base sebesar 62 %, dan peningkatan jumlah akumulasi bea masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor sebesar 47 %.

Selain itu, terdapat perbaikan lingkungan strategik antara lain kepatuhan importir, perbaikan kualitas data, perdagangan yang sehat dan efisien serta momentum pertumbuhan industri nasional.

“Program ini berimplikasi terhadap penurunan peredaran rokok ilegal. Hasil survei terakhir UGM menunjukkan peredaran rokok ilegal di pasaran turun dari 12,14 % menjadi 7,04 %,” jelasnya.

Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari langkah sinergitas yang dilakukan Bea Cukai bersama TNI-Polri untuk meminimalisir upaya penyeludupan di wilayah Perairan Indonesia khususnya di wilayah Selat Malaka, Pesisir Timur Sumatera dan Batam.

“Dalam hal ini tak terlepas sinergitas yang terjalin sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap kepatuhan importir, kenaikan tax base, penerimaan perpajakan dan pabean naik 42 %,” tuturnya. (riandi)