Karimun, Lendoot.com – Pembuatan 73 unit sampan ketinting dan 40 unit sampan bermotor milik Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri saat ini masih dalam tahap pengerjaan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Namun pekerjaan pembuatan sampan tersebut diduga tidak sesuai prosedur yang semestinya. Karena selain tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, pembuatan sampan-sampan tersebut juga dikerjakan di tempat yang tidak sesuai dengan standar seperti penyedia barang tidak memiliki galangan/dukungan galangan pembuatan kapal.

Hal tersebut terbukti dengan adanya penolakan dari para nelayan di Desa Tulang yang menolak 35 unit  sampan yang sebelumnya telah selesai dikerjakan.

Alasan para nelayan itu menyebut bahwa sampan-sampan yang telah selesai dibuat tidak sesuai dengan kondisi wilayahnya. Selain itu, menurut para nelayan sampan tersebut terlalu berat untuk ditarik ke daratan tepian pantai.

Diketahui, pembuatan 73 unit sampan ketinting ini dikerjakan oleh CV Nuansa Karya dengan nilai kontrak Rp 606 juta yang akan disalurkan bagi masyarakat Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun.

Sedangkan 40 unit sampan bermotor dikerjakan oleh CV Sri Ikhsan Perkasa dengan nilai kontrak Rp 334 juta, sampan tersebut akan disalurkan pada masyarakat Desa Tulang, Kecamatan Karimun. (Parulian Turnip)