Anggota Satresnarkoba Polres Karimun memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada siswa-siswi SDN 11 Tanjungbatu, Kundur
Anggota Satresnarkoba Polres Karimun memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada siswa-siswi SDN 11 Tanjungbatu, Kundur (Ist)

TAJUK RENCANA

Fakta mengejutkan terkait peredaran narkoba terungkap di Karimun. Pemakainya tidak lagi memandang usia dan status pekerjaannya, tetapi sudah merambah ke usia siswa SMP (sekolah menengah pertama).

Data dari  Yayasan Rehabilitasi Sosial SADO (Sahabat Anak Indonesia) 110 siswa tiga SMP yang dites, sekitar 50 persennya positif menggunakan narkoba. Dan sekitar 20 persen pengguna Narkoba itu adalah jenis Sabu-sabu. Angkanya mencapai puluhan juga.

Tentunya, fakta ini mengejutkan orangtua yang anaknya terdeteksi positif Narkoba. Ada orangtua yang tidak terima lalu malah berbalik memarahi relawan SADO tersebut. Ini yang lebih memprihatinkan.

Langkah pihak sekolah ingin melakukan test urine bagi siswanya dilatarbelakangi karena ditemukan banyaknya perilaku siswa di sekolah bersangkutan terindikasi menyimpang pergaulannya.

Atas kondisi tersebut, orangtua agar lebih waspada lagi mengawasi putra-putrinya. Kondisi rumah tangga yang tidak harmonis, ditambah dengan pergaulan yang salah sangat berpotensi anak terjerumus mengkonsumsi barang haram tersebut.

Fakta ini tidak ditampik Kepala Dinas Sosial Karimun, Panji Sasmita. Awalnya dia terkejut dengan banyaknya siswa SMP di Karimun yang positif menggunakan narkoba. Panji kemudian berpesan kepada segenap masyarakat, terutama orangtua lebih perhatian lagi terhadap putra-putrinya. Ini tepat dilakukan, dan penting dilakukan.

Data dari Direktorat Kementerian Sosial RI membenarkan angka pengguna narkoba di kalangan siswa saat ini, sudah sangat mengkhawatirkan. Di beberapa daerah di Indonesia, seitar 10-20 persennya adalah anak usia SMP. Apalagi Karimun yang merupakan daerah ini terbuka. Sebagai lintasan antarnegara, tentunya kewaspadaan terhadap penggunaan narkoba harus lebih ditingkatkan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun juga diminta lebih menekankan pentingnya kurikulum pendidikan yang berbasis moral dan etika. Termasuk pencegahan dari lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba harus terus digelorakan.

Institusinyakan Dinas Pendidikan, sepatutnya tidak menyalahkan (SADO) yang mengekspose tentang pengguna narkoba sudah sampai ke siswa. Seharusnya Disdik  berterimakasih ada fakta yang diungkap, sehingga bisa melakukan langka antisipasinya.

Soal narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Tak hanya yayasan yang bergerak di bidang pencegahan, penganggulangan, pihak kepolisian, dinas pendidikan, tapi juga seluruh lapisan masyarakat lainnya. (**)