Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karimun, Rudianto Panjaitan
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karimun, Rudianto Panjaitan (ian)

Karimun, Lendoot.com – Pemahaman tentang BPJS Ketenagakerjaan oleh pemilik perusahaan di Karimun masih rendah. Akibatnya antusias perusahaan dalam mendaftarkan para pekerjanya sebagai peserta BPJS sangat kecil.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karimun, Rudianto Panjaitan mengatakan pihaknya terus melakukan penyebaran brosur kegunaan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Disnaker Kabupaten Karimun dalam sosialisasi.

“Kita telah koordinasi dengan Disnaker. Saat ini kita baru menyebar brosur ke perusahan-perusahaan. Ke depan kita akan sosialisasi melalui baliho di lokasi yang terdapat banyak perusahan,” kata Rudianto beberapa waktu lalu.

Untuk saat ini pekerja di Kabupaten Karimun yang terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan baru sekitar 12.000 orang. Para pekerja tersebut berasal dari 600 perusahaan.

“Untuk jumlah perusahaan di Kabupaten Karimun ini lebih kurang 3.000 preusahaan,” tambah Rudianto.

Padahal, menurut Rudianto, para pekerja diwajibkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sebagaimana yang telah diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 86 tahun 2013 tentang ketenagakerjaan.

Adapun ketentuannya, bagi perusahaan yang tidak mengindahkan dapat dikenai sanksi administatif hingga tidak bisa diprosesnya izin usaha.

“Memang untuk saat ini belum ada perusahaan atau badan usaha yang dikenakan sanksi administratif,” katanya.

Diterangkannya, dalam mendaftarkan pera pekerjanya sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan tidaklah sulit. Pihak perusaahan hanya perlu memenuhi persyaratan umum seperti memiliki pekerja dan ijin usaha.

“Syaratnya sederhana. Memiliki satu pekerja dan memiliki ijin usaha seperti SIUP dan SITUP atau dengan ijin kelurahan saja juga bisa,” terang Rudianto. (ian)