Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Peluang! Produk UMKM di Karimun Tembus Pasar Malaysia dan Singapura

Para pelaku UKMK Karimun yang dipanggil Direktur Sam Exim PTE LTD Singapura Abdul Bashir Abbas SM, untuk dapat memasukkan produknya melalui perusahaan tersebut. (ft sabda)

Para pelaku UKMK Karimun yang mendapatkan respon usahawan Singapura dari bantuan ifnriasmi digital, foto diambil beberapa waktu (ft sabda)

Karimun, Lendoot.com – Bagi Anda yang memiliki usaha menengah dan kecil  (UMKM) yang selama ini masih bergantung dari pasar lokal, kini bisa mengambil peluang besar untuk bergabung dengan UMKM yang sudah akan mulai masuk ke pasar Singapura dan Johor Malaysia.

Produk seperti makanan ringan, cemilan atau kudapan yang diproduksi pelaku UMKM di Karimun bisa bergabung dengan menjadi bagian dari pendobrak pasar ke Malaysia dan Singapura tersebut.

Adalah Sabda pelaku usaha makanan ringan merek MULUT dan Ikhsan, pelaku usaha kerupuk ikan, KENARA bersama rekan-rekan pelaku UMKM lainnya yang sudah menjajaki pasar Johor Malaysia.

Produk mereka dikenal di dua negara tersebut saat mengikuti Festival Majestic Johor beberapa waktu lalu.

Saat pameran itu, produk yang ditawarkan seperti MULUT menarik minat warga Johor Malaysia. Bahkan dari Konsulat Jenderal RI Johor Malaysia turut menikmatinya. Bahkan memberikan saran akan membantu mencarikan pasarnya di Johor Malaysia.

Termasuk dari Singapura, pihak perusahaan distributor makanan dan minuman dari  Sam EximPTE LTD mengundang para usahawan kecil dari Kabupaten Karimun tersebut.

“Kita diterima langsung Direktur Sam Exim PTE LTD, pak Abdul Bashir Abbas SM. Ini perusahaan distributor makanan dan minuman di Singapura. Dan mereka sangat tertarik dengan produk olahan yang kita jajakan di acara itu,” kata Sabda Eko Owner, keripik kulit ayam MULUT kepada Lendoot.com, Rabu (28/9/2022).

Dalam pertemuan itu, jelas Sabda, pihak Sam Exim PTE LTD memberikan kesempatan kepada pelaku UKMK Karimun untuk memasarkan produknya ke swalayan-swalayan Singapura melalui perusahaan tersebut.

“Kita diberi waktu sekitar satu bulan untuk memenuhi kekurangan-kekurangan dari produk kita. Kita harus mencantumkan komposisi bahan baku yang tepat di kemasannya. Label halal dan barcode,” jelas Sabda.

Untuk membuat sertifikasi atau label halal dari MUI dan barcode inilah yang menjadi sebab ekspor MULUT terkendala. “Di sinilah kami harapkan pemerintah hadir membantu kami pelaku UKMK untuk dapat menembus pasar Singapura dan Malaysia,” ujarnya.

Sebelumnya, Sabda dan beberapa rekan pelakuk UKMK Karimun merasa bangga telah dapat mengikuti Festival Majestic Johor tersebut, sehingga produk pangan dari Kabupaten Karimun dikenal dan mulai disukai di Malaysia dan Singapura.

“Untuk itu tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Karimun, KJRI Johor Malaysia   Bapak Sigit Suryantoro Widiyanto, Kantor Imigrasi Karimun, pihak Custom Puteri Harbour, BNI, Bank Riau Kepri, BRI, Dinas Perindag, Dinas pariwisata dan Ekonomi Kreatif, PT Putra Maju Global dan kru KM Anggreni 1  dan 2 yang telah membatu kami mengikuti acara itu,” ujarnya/

Harapan Sabda dan belasan pelakuk UMKM mendapat dukungan berbagai pihak agar UMKM Karimun bisa go internasional. (msa)

Exit mobile version