Pelabuhan internasional tampak dari laut.
Pelabuhan internasional tampak dari laut. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – GM Pelindo I Tanjungbalai Karimun, Syahri Ramadhanan, membenarkan bahwa belum adanya perubahan MoU pembagian hasil pendapatan dari pass pelabuhan dengan Pemerintah Kabupaten Karimun, melalui Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP) selaku BUMD untuk Tahun 2017 ini.

Syahri Ramadhana mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak BUP, namun belum ada kesepatan baru mengenai pembagian hasil dari pass pelabuhan yang baru. Ia menyebut nilai yang diajukan oleh pihaknya dan BUP belum menemui titik temu.

“Sebelum perjanjian baru kan harus ada kesepaktan baru. Kemarin itu ada Pak Chendra dan Pak Indrawan Susanto selaku Dirut BUP. Kita mengusulkan ini (nilai-red) dan BUP juga mengusulkan (nilai lain-red). Jadi belum bertemu,” kata Syahri, Rabu (15/3/2017).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pembagian dan pengeluaran untuk perawatan terminal penumpang di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun. Menurutnya selama ini pembagian dari hasil dan pengeluaran untuk perawatan kurang sesuai.

“Seperti sebelumnya untuk tarif pass luar negeri yang Rp 60 ribu, BUP menerima Rp 45 ribu dan Pelindo menerima Rp 15.000. Sementara biaya perawatan terminal lebih dominan Pelindo. Saya juga sudah berkonsultasi dengan kantor pusat, dan hasilnya biar adil sharingnya 50:50 dan biaya perawatan di sektor pelabuhan juga 50:50,” jelasnya.

Katanya lagi, untuk kesepakatan baru harus dibuat, agar tidak timbul permasalahan di kemudian hari. Apabila kesepakatan telah dibuat maka pihaknya siap berlaku surut untuk pembagian provit sharing sejak masa berlaku perjanjian lama habis. (ian)