Karimun, Lendoot.com – General Manajer (GM) Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun, Syahri Ramadhana mengatakan, saat ini permasalahan terkait pembagian tarif pas pelabuhan sudah hampir selesai disepakati dan tinggal menunggu surat dari kantor pusat.

“Terkait sharing dana pas pelabuhan itu sudah hampir deal. Secara lisan sudah deal, kita hanya menunggu surat dari kantor pusat bahwa ini sudah okay. Otomatis akan kami tindaklanjuti dalam bentuk surat kerja sama, maka kita akan undang PT KKM untuk membuat draft surat perjanjiannya,” kata Syahri, Rabu (12/4/2017) sore saat ditemui di ruang kerjanya.

Hanya saja untuk kesepakatan tarif pas pelabuhan untuk yang baru ini, Syahri menyebut ada beberapa perubahan, yakni; jika sebelumnya pas pelabuhan luar negeri warga negara asing Rp 60 ribu untuk daerah Rp 45 ribu, sementara untuk Pelindo Rp 15 ribu. Saat ini berubah menjadi Pemda Rp 40 ribu, untuk Pelindo Rp 20 ribu.

Sementara untuk biaya operasional yang sebelumnya lebih banyak dibebankan kepada pihak PT Pelindo, dalam perjanjian baru ini berubah menjadi tanggung jawab bersama yakni 50:50.

Syahri menambahkan, alasan mereka sampai saat tidak memberikan dana sharing dari pas pelabuhan sejak diberlakukannya tarif baru, karena belum adanya kata mufakat antara PT Pelindo dan pemeritah daerah dalam hal ini BUMD atau PT KKM-nya.

“Jadi bukan kita tidak mau membagi hasil dari dana sharing itu, tapi karena memang belum ada kesepakatan, kalau nanti suratnya sudah keluar ya tetap akan kita bayarkan juga kok terhitung dari Januari,” ucapnya. (ian)