Karimun, Lendoot.com – Pria berinisial Im (33) pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan, curanmor diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Karimun pada Selasa (22/5/2018) siang.

Im diamankan di sebuah rumah di Kelurahan Sei Lakam sekira pukul 11.00 WIB. Saat dilakukan penangkapan polisi menemukan dua sepeda motor yang diduga kuat sebagai barang bukti tindak kejahatannya.

Barang bukti tersebut berupa Yamaha Mio berwarna coklat dengan nomor polisi BP 5627 QK dan Yamaha Fino warna putih. Untuk Yamaha Mio merupakan sepeda motor yang dicuri oleh Im di parkiran sebuah warnet di jalan Pertambangan, Kecamatan Karimun pada Jumat (18/5/2018) sekira pukul 20.30 Wib

“Korban meletakan kunci motor di meja. Namun kemudian kunci tersebut hilang,” kata Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya menjelaskan kronologis saat ekspos kasus curanmor, Selasa sore.

Untuk barang bukti Yamaha Fino masih dalam pengembangan polisi. Pasalnya hingga saat ini polisi belum menemukan adanya laporan polisi terkait sepeda motor tersebut. Selain itu diduga Im telah mengganti nomor polisinya dengan yang palsu.

“Untuk yang satu lagi belum diketahui pemiliknya. Kita masih dalam rangka lidik. Pelaku melanggar pasal 363 KUHP tentang Curat dengan ancaman lima tahun penjara,” ucap Hengky.

Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara juga menyerahkan dua dari tiga sepeda motor temuan kepada pemiliknya. Motor-motor itu ditemukan di Pasar Naga Mas, Bukit Tembak dan di kawasan Meral.

Sebelumnya satu unit pick up dan lima unit sepeda motor ditemukan di berbagai wilayah di Karimun. Kelima sepeda motor tersebut masing-masing Yamah Jupiter MX warna biru bernomor polisi BP 4134 CK.

Honda Scoopy bernopol BP 2810 KL, Yamaha Mio biru tanpa plat nomor, Yamaha Mio Soul warna hitam bernopol BP 4875 PK dan Yamaha Fino putih bernopol BP 5041 QK.

“Pick up dan satu motor sebelumnya telah kita serahkan juga kepada pemilik. Jadi sekarang tinggal yang Mio warna biru yang belum diketahui pemiliknya, tamah Hengky.

Disebutkan Hengky, kendaraan bermotor temuan diduga diangkut oleh seorang yang terganggu kejiwaannya. Kendaraan-kendaraan bermotor yang umumnya dalam kondisi kunci tertinggal itu dibawa dan kemudian ditinggalkan jika bahan bakarnya telah habis.

“Terindikasi yang membawanya orang yang terkena gangguan mental. Memang Ia sering membawa motor dan mobil namun nanti ditinggalkan begitu saja,” terang Hengky.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara menyebutkan seluruh barang bukti yang diekspos merupakan hasil penindakan dan temuan sejak dilaksanaknanya operasi pekat yang telah dimulai sejak awal Mei 2018. (ian)