Kepala KSOP Kelas II Tanjungbalai Karimun, Eko Priyo Handoyo saat diwawancarai wartawan usai apel pembubaran Satuan Tugas
Kepala KSOP Kelas II Tanjungbalai Karimun, Eko Priyo Handoyo saat diwawancarai wartawan usai apel pembubaran Satuan Tugas (ian)

Karimun, Lendoot.com – Berdasarkan data Kantor Syahbandar dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungbalai Karimun, jumlah penumpang naik di tahun 2017 sebanyak 146.329 orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2016 yang sebanyak 134.365.

Sementara penumpang turun (di pintu kedatangan) turun sekitar 0,01 persen. Yang mana jumlah penumpang turun di tahun 2017 sebanyak 148.780 orang. Sedangkan di tahun 2016 sebanyak 149.798 penumpang.

“Jumlah kenaikan hampir mencapai 12.000 penumpang. Ini melebihi prediksi kita yang memperkirakan kenaikan penumpang sekitar tiga sampai empat persen,” kata Kepala KSOP Kelas II Tanjungbalai Karimun, Eko Priyo Handoyo usai apel pembubaran Satuan Tugas (Satgas) Angkutan Lebaran 2017, Kamis (13/7/2017) pagi.

Eko mengatakan, kenaikan jumlah penumpang pada masa arus mudik dan balik lebaran tahun 2017 di Pelabuhan-pelabuhan Karimun meningkat sekitar 8,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk penumpang yang naik dari pelabuhan Tanjungbalai Karimun yang terbanyak adalah tujuan Selatpanjang dan Dumai. Sedangkan penumpang turun terbanyak berasal dari Malaysia.

“Atas jumlah tersebut, pelabuhan Tanjungbalai Karimun menempati urutan kedua tersibuk se Indonesia setelah Batam. Diikuti oleh Tanjung Pinang, Sungai Pakning, Ternate, Tanjung Uban, Tanjung Batu Kundur, Tarakan, Tanjung Perak dan Makassar,” ucapnya.

Eko menambahkan, dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh Satgas, masa mudik dan balik lebaran 2017 berjalan dengan lancar tanpa ada ditemukan tindak kriminal ataupun kecelakaan laut.

“Kita berterimakasih kepada rekan-rekan dari instansi terkait yang telah bekerjasama dan berkoordinasi dengan baik. Masyarakat yang melaksanakan mudik dan kembali melalui Karimun juga tertib dan mengikuti aturan,” ujar Eko. (ian)