Karimun, Lendoot.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, menggelar rapat koordinasi membahas mengenai jalur pemulangan WNI dari luar negeri.

Rapat dilakukan secara online melalui vidio conference bersama Pemerintah Pusat tersebut diikuti Sekda Muhammad Firmansyah, Kadis kesehatan Rachmadi, dan Karantina Pelabuhan, dengan stekholder terkait baik itu Pusat dan Daerah, Senin (18/5/2020) kemarin.

Dalam rapat pemulangan WNI tersebut, disimpulkan dan disepakati bahwa untuk jalur pintu masuk hanya melalui satu pintu, yakni Kota Batam.

“Maka itu diputuskan tadi secara bersama, bahwa pemulangan WNI baik dari Malaysia atau Singapura, itu dilakukan satu pintu, yaitu melalui Batam,” ujar Sekda Kabupaten Karimun, Muhd Firmansyah.

Ia menyebutkan, sebelumnya Kabupaten Karimun juga termasuk sebagai salah satu pintu masuk WNI dari luar negeri ke Indonesia.

Namun, dengan keterbatasan sarana dan prasarana, sehingga diputuskan Batam sebagai pintu masuk untuk pemulangan.

“Karena, instruksi presiden, itu dilakukan secara ketat untuk WNI yang pulang. Serta mengacu pada surat edaran gugus tugas dan Menhub harus dilakukan PCR. Jadi, nanti yang pulang akan langsung dilakukan PCR di Batam,” kata Firman.

Sementara itu, mulai hari, feri dari Malaysia dan Singapura tujuan Karimun dikatakan Firman tidak melayani penumpang.

“Karimun, atas keputusan bersama Direktur lalu lintas laut dan pasop tadi, jalur Internasional dihentikan atau ditutup sementara,” ujar Firman. (rk)