Karimun, Lendoot.com – Peristiwa kerja yang terjadi pada puluhan pwkerja PT MOS (Multi Ocean Shopyard), Sabtu (24/11/2018) sekira pukul 16.00 WIB mendapat perhatian Ketua Fraksi PKB DPRD Karimun, Nyimas Novi Ujiani.

Dengan tergesa-gesa, Nyimas mendatangi RSUD M Sani Karimun untuk melihat langsung kondisi para pekerja yang mengalami luka. Diduga terkena semburan angin dan pasir yang diakibatkan pecahanya air bag atau balon untuk launching kapal.

“Pekerja yang mengalami luka-luka Sudah audah diobati tim medis RSUD M Sani sebanyak 25 orang,” kata Nyimas berdasarkan hasil komunikasinya dengan tim medis dan para pekerja.

Lepada lendoot.com, Nyimas mengatakan penyesalannya terhadap PT MOS terhadap para pekerja yabg terluka tersebut.

Saat di RSUD, kata Nyimas, para pekerja mengaku tidak mendapatkan perhatian manajemen PT MOS. Bahkan, untuk air minum maupun makan, Nyimas berinisiatif menyediakannya.

Lebih memprihatinkan lagi, kata Nyimas, pekerja tidak dibekali dengan BPJS Ketenagakerjaan sehingga pekerja bingung saat harus berobat di RS plat merah tersebut.

Beberapa Poin Yang Dapat Disimpulkan Pada Lakakerja Pt Mos Ini Diantaranya.

“Menurut pengakuan pekerja perusahaan tidak menyediakan Jaminan Kesehatan dan Keselamatan Kerja,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, para pekerja melalui Nyimas meminta kepada Pimpinan DPRD khsususnya untuk menggelar hearing ini nanti. “Secepatkan fraksi kami menyurati Pimpinan DPRD untuk menggelar hearing,” tegasnya.

Kepada ekaekutif, legislator Dapil Meral-Tebing ini juga meminta agar ada inspeksi Mlmendadak atau Sidak ke PT MOS tersebut. “Ini bertujuan agar dinas terkait dapat melihat lebih jelas kondisi pekerja dan keamanan yang diberikan kepada pekerja,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan lendoot.com belum mendapat konfirmasi pihak PT MOS. Bahkan di RSUD Karimun, manajemen PT MOS tidak berada di lokasi. (muhdsarih)