Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Pedagang Sudah Diizinkan Datangkan Sapi dari Luar Daerah

peternak dari Kampung Karang Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya Kabupaten Bintan mengatakan sebanyak 17 ekor sapi miliknya sudah dipesan orang untuk Idul Kurban pada pascalebaran Idul Fitri kemarin. “Sekarang stoknya sudah kosong, permintaan sebenarnya banyak sekali. Sudah banyak yang nelpon saya minta sapi, tapi kosong. Yang 17 ekor di kandang itu sudah pesanan orang semua,” ungkap Amat, pagi tadi. Amat mengaku jika sudah dua tahun terakhir bibit sapi tidak masuk lagi ke kandangnya lagi lantaran sulitnya mendatangkan dari luar.

Peternakan sapi. (foto dok lendoot.com)

Tanjung Pinang, Lendoot.com – Satuan Tugas Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) Provinsi Kepulauan Riau telah mengizinkan pedagang sapi mendatangkannya dari luar daerah yang sudah bebas PMK.

Kendati demikian, hewan yang didatangkan mesti untuk dipotong bukan untuk diternakkan.  Dari daerah zona yang memang bebas PMK boleh masuk, tapi yang PMK-nya masih berkembang boleh masuk dengan syarat yang ketat untuk dipotong bukan untuk ternak,” kata Ketua Satgas PMK Kepri, Adi Prihantara seperti dikutip dari sijoritoday, Senin (3/10/2022).

Adi menuturkan, pekan ini, Satgas PMK Nasional akan melakukan evaluasi terhadap perkembangan kasus PMK di Kepri.

Pemprov juga sudah menyampaikan kondisi ketersediaan daging sapi di Kepri yang sebagian besar dipasok dari daerah lain seperti Lampung dan Kuala Tungkal.

“Kita sudah sampaikan ke pusat bahwa sumber ternak kita dari dalam ini nggak ada, kita ambil dari luar,” tuturnya.

Adi menerangkan, penutupan pintu distribusi sapi dari Lampung dan Kuala Tungkal sangat memberatkan masyarakat karena harus mendatangkan sapi dari Bali.

Pedagang harus mengeluarkan biaya transportasi yang lebih banyak dan resiko ternak mati di perjalanan juga besar.

“Kalau dari Bali kemungkinan ekonominya tinggi,” tambahnya. (*/nue)

Exit mobile version