Para pedagang menerima penyuluhan dari BPOM Batam di Pasar Puan Maimun
Para pedagang menerima penyuluhan dari BPOM Batam di Pasar Puan Maimun belum lama ini (ian)

Karimun, Lendoot.com – Para pedagang kosmetik di Karimun menganggap Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tebang pilih dalam melakukan razia. Pasalnya saat melakukan pengawasan kosmetik di Karimun beberapa waktu lalu, para pedagang merasa petugas BPOM Batam hanya merazia toko-toko kecil saja.

Mereka menyebutkan, para petugas sama sekali tidak memeriksa minimarket dan supermarket yang berada di sekitar pasar ataupun yang jauh dari pasar. Bahkan menurut para pedagang, barang-barang yang mereka jual juga dijual di minimarket ataupun supermarket.

“Yang dirazia cuma pedagang kecil ini saja. Pedagang besar tidak. Bahkan ada toko di kawasan Balai (Tanjungbalai) yang terang-terangan memajang kosmetik-kosmetik yang kemarin BPOM sita dari kami, tapi tidak disentuh sama sekali,” kata Ajo, seorang pedagang kosmetik di pasar Puan Maimun.

Karena itu para pedagang merasa BPOM tidak adil dalam melakukan pengawasan. Bahkan para pedagang berasumsi jika razia yang dilaksanakan oleh BPOM merupakan operasi pesanan para pedagang bermodal besar.

“Informasi dari pegawai yang bekerja di minimarket dan supermarket, mereka sudah dikasih tau terlebih dahulu mau razia. Kalau seperti ini sudah pasti pikiran kami jadi jelek,” ucap pedagang lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Pemeriksaan, Penyelidikan, Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Batam, Mardianto yang dikonfirmasi membantah hal tersebut. Ia mengatakan pihaknya tidak pilih-pilih saat operasi.

“Kami turun, artinya kita tidak pilih-pilih,” kata Mardianto belum lama ini.

Menurut Mardianto, produk-produk kosmetik ilegal memang lebih banyak masuk ke toko-toko kecil dibandingkan ke toko besar. Karena selama dilaksanakan razia, pihaknya masih menemukan adanya kosmetik yang mengandung bahan berbayaha di toko-toko kecil. (ian)