Karimun, Lendoot.com – Pada 2016, PAD dari PBB yang diterima Pemkab Karimun melalui Badan Pendapatan Daerah melebihi target sekitar tujuh persen. Namun dibandingkanSurat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) yang telah dibagikan, pendapatan belum sesuai dengan yang diharapkan.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Karimun, Kamarulazi saat penyerahan SPPT Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Karimun, Kamis (30/3/2017) kemarin, di ruang rapat cempaka putih.

“Kalau realisasi pendapatan melebihi dibandingkan target yang sebesar Rp 5 miliar. Kita peroleh pada tahun 2016 sekitar 107 persen. Namun melihat dari SPPT yang diterbitkan masih jauh dari yang diharapkan,” kata Kamarulazi.

Untuk meningkatkan PAD dari PBB, Kamarulazi mengatakan pihaknya akan mengambil beberapa langkah di antaranya, ketersediaan data yang akurat dari wajib pajak, pengoptimalan kerja petugas, peningkatan kesadaran masyarakat dalam membayar PBB tepat waktu serta melakukan kordinasi dengan kantor pajak pratama Karimun.

“Kita akan melibatkan camat dan tokoh masyarakat dalam mendorong masyarakat membayar PBB, dengan harapan PAD kita dapat meningkat dari pendapatan PBB,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Badan Pendapatan Daerah menyerahkan sebanyak 76.235 Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Karimun. Penyerahan ini diawali dengan Bupati Karimun, Aunur Rafiq yang membayar PBB 2017 sebesar Rp 18,2 Juta untuk rumah dinas, serta Rp 34 ribu untuk rumah pribadinya.

“Kepada kepala desa dan lurah agar dapat mendorong msyarakat dalam membayar PBB. Setelah kegiatan ini diharapkan pembayaran pajak akan dapat berjalan dengan baik. Karena dengan PBB akan menambah PAD untuk modal pembangunan,” pintanya. (ian)