Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Pasien Rujukan Rasakan Kenyamanan Layanan dan Fasilitas Rumah Singgah Kepri di Jakarta

Tahun 2022 lalu, Pemerintah Provinsi Kepri di bawah kepempimpinan Ansar Ahmad dan Marlin Agustina merehab dua bangunan milik Pemerintah Provinsi Kepri untuk dijadikan rumah singgah bagi warga yang menjalani perobatan rujukan, di Kota Batam dan Jakarta. Di Batam, sebuah gedung yang direhab untuk rumah singgah terletak di Sekupang. Rumah singgah di Kota Batam ini nantinya diperuntukkan bagi warga Kepri di luar Batam, khususnya yang tinggal di pulau-pulau, sebagai tempat menginap ketika menjalani perobatan di rumah sakit rujukan di kota itu.

Rumah Singgah Kepri di Batam. (foto diskominfokepri)

Natuna –Rumah Singgah Raja Ahmad Engku Haji Tua Kepri di Jakarta memberikan dampak positif bagi masyarakat Provinsi Kepri, khususnya warga Natuna yang berobat ke Jakarta.

Kenyamanan dirasakan seorang pasien rujuan dari Natuna. Dari beberapa pasien yang dijumpai wartawan di rumah singgah tersebut, mengaku  sangat terbantu dengan fasiltas rumah singgah tersebut.

“Rumah singgah ini sangat membantu kami pak, anak saya ini yang menderita penyakit jantung harus dioperasi. Kami sudah tiga bulan disini, kami berterima kasih dengan keberadaan rumah singgah ini. Kami dijemput dari bandara, saat datang dan dilayani 24 jam jika mau pergi berobat ke rumah sakit,” ujar Nurbaiti seorang ibu dari pasien penderita jantung.

Rumah singgah yang dibangun Pemprov Kepri dan diresmikan pada Mei 2023 lalu itu memiliki fasilitas 12 kamar, dan 56 kasur untuk pasien dan pendamping.

 Setiap pasien dewasa didampingi oleh satu pendamping, sedangkan pasien anak-anak didampingi dua pendamping termasuk pasien berkebutuhan khusus. Selain itu para pasien dan pendamping juga disediakan sarapan. Termasuk transportasi penjemputan pasien dari bandara hingga berobat ke rumah sakit.

Penginapan, sarapan, dan transportasi pasien ke rumah sakit selama di rumah singgah tidak dipungut biaya alias gratis sampai pasien dinyatakan diperbolehkan untuk dibawa pulang ke kampung halaman.

Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Kepri di Jakarta, Endrie Djoko Satrio, ST, MM, membenarkan keberadaan rumah singgah tersebut telah memberikan banyak bantuan kemudahan bagi masyarakat Kepri yang sedang berobat di Jakarta.

“Rumah Singgah Raja Ahmad Engku Haji Tua melayani masyarakat berobat dengan rujukan ke Jakarta, dengan pelayanan menjemput pasien dan pendamping dari bandara kedatangan, menyediakan fasilitas kamar bagi pasien dan pendamping, mengantar pasien berobat ke rumah sakit tujuan rujukannya dan kita juga menyediakan sarapan bagi masyarakat yang sedang berobat tanpa dikenakan biaya,” terang Endrie menjawab pertanyaan wartawan di ruang kerjanya, Jumat, 20 Desember 2024.

Kata Endrie selain pelayanan transportasi selama berobat di Jakarta, penginapan dan sarapan yang digratiskan juga menyediakan dokter untuk pemeriksaan pasien dua kali dalam satu minggu. Dokter melakukan cek kontrol bagi setiap pasien sesuai arahan dari rumah sakit yang memang sudah ada kerjasamanya.

“Saat ini kita sudah bisa mendatangkan dokter dua kali dalam seminggu untuk melakukan pengawasan kondisi pasien, sehingga bisa dilakukan pengecekan pasien apakah bisa dirawat  didaerah, sehingga rumah singgah bisa menampung pasien lainnya,” terang Endrie.

Sementara itu, Koordinator Rumah Singgah Raja Ahmad Engku Haji Tua, Rachmat Suhatsyah Iqbal, MM.Par, menerangkan saat ini rumah singgah memiliki kapasitas 12 ruangan dengan 57 bet tidur.

“Saat ini saya tampung rumah singgah memiliki 12 ruangan dengan kapasitas 56 bet kasur tidur, sementara banyak masyarakat Kepri yang ingin berobat sesuai dengan rujukannya, sehingga kapasitasnya tidak bisa tertampung semua, maka terjadilah daftar antrian, karena untuk mendaftar bagi masyarakat yang akan menempati rumah singgah harus mendaftar dulu melalui aplikasi rumah singgah dan mendapatkan rekomendasi dari dinas kesehatan Provinsi Kepri, sehingga baru bisa berobat ke Jakarta, akan tapi karena kapasitas daya tampung rumah singgah terbatas maka masih ada pasien dalam antrian,” ungkap Iqbal.

“Saya sudah 9 bulan di rumah singgah ini menjalani pengobatan, saya menderita jantung dan ginjal, selama berada di rumah singgah ini saya merasa terbantu terutama biaya hidup dan transportasi, kami selalu diantar dengan  ambulan untuk berobat, makanan dan transportasi berobat gratis,” paparnya.

Yang jelas, lanjut mereka kami semua pasien yang ada di rumah singgah ini merasa terbantu. Para sopir siap 24 jam mengatar kami ke rumah sakit, kami dapat sarapan gratis, kamar yang nyaman dengan pasilitas mendukung sekali. Semoga pelayanan seperti ini dapat dipertahankan, membuat pasien nyaman,” harapnya. (*/rsd).

Exit mobile version