Petugas Dishub Kabupaten Karimun merantai kendaraan yang parkir sembarangan di depan kawasan Pelabuhan
Petugas Dishub Kabupaten Karimun merantai kendaraan yang parkir sembarangan di depan kawasan Pelabuhan (Ist)

Karimun, Lendoot.com – Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karimun sejak beberapa waktu lalu mulai menggembok dan merantai kendaraan roda dua yang parkir sembarangan di depan kawasan Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun.

Kabid Lalu Lintas Jalan Dishub Kabupaten Karimun, Budi Setiawan mengatakan tindakan tegas tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera kepada masyarakat yang melakukan parkir sembarangan. Sebab menurut Budi selama ini pihaknya telah berulang kali menghimbau masyarakat untuk tidak parkir sembarangan.

“Kita hanya ingin memberikan efek jera, bukan sanksi, karena kita tidak memberikan tilang. Hanya dirantai, otomatis setelah kendaraannya dirantai tentu mereka akan mendatangi petugas kita, di situ lah mereka kita sampaikan di tempat itu dilarang parkir,” kata Budi Setiawan saat diwawancarai belum lama ini.

Budi menyebut bahwa, sebenarnya larangan parkir di depan kawasan Pelabuhan sudah disosialisasikan sejak 2016 melalui berbagai cara, mulai dari radio dan patroli satu Minggu sekali yang dilakukan petugas Patwal Dishub lewat speaker mengajak masyarakat untuk tertib berlalulintas dan parkir.

“Karena kalau kita berikan mereka leluasa untuk parkir, nanti kan makan jalan. Otomatis penumpang yang ingin ke luar masuk pelabuhan pasti terhambat,” ucapnya.

Dirinya juga menuturkan tentang Perda parkir yang baru, di mana dalam poin-poin Perda tersebut sanksi bagi yang melanggar akan lebih dipertegas. Digembok, gembos, derek dan sanksi tilang akan diterapkan bagi masyarakat yang tidak ikut aturan.

“Memang untuk sekarang kita baru rantai untuk kendaraan yang parkir sembarangan. Tapi untuk ke depannya kita akan terapkan tilang di tahun 2019 nanti,” ujarnya.

Untuk itu, Ia berharap ke depannya masyarkat dapat tertib dan parkir pada tempat yang sudah disediakan. “Kalau mau parkir ya parkir pada tempatnya lah, harus disesuaikan,” ucap Budi Setiawan. (ian)