Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Baharudin saat meninjau Keramba Apung dan Makam Daeng Rilaka (Kramat Siantan), Kepulauan Anambas, Sabtu (27/11/2020) petang tadi.

kepri, Lendoot.com – Kedaulatan pangan di masa pandemi Covid-19 menjadi suatu keharusan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tampaknya sadar akan hal itu dan terus berupaya mengembangkan berbagai potensi untuk mewujudkannya.

Hal ini diungkapkan Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Baharudin saat meninjau Keramba Apung dan Makam Daeng Rilaka (Kramat Siantan), Kepulauan Anambas, Sabtu (27/11/2020) petang. Bahkan Bahtiar mengatakan salah satu daerah yang menjadi target pengembangan kedaulatan pangan, salah satunya adalah Siantan Tengah.

Bahtiar mengatakan, pengembangan ketahanan pangan khususnya perikanan dilakukan setelah adanya pandemi Covid-19 dan berkurangnya aktivitas masyarakat di luar rumah.

“Pandemi Covid-19 ini membuat aktivitas warga berkurang dan dampaknya juga dirasakan pada stok pangan. Kita punya banyak sumber daya alam belum dimaksimalkan dan inilah kita kembangkan,” ujar Bahtiar.

Dalam kesempatan ini Bahtiar didampingi Pjs. Bupati Anambas Eko Sumbaryadi dan sejumlah Kepala OPD beserta Forkominda Kabupaten Kepulauan Anambas.

Bahtiar menuturkan, pandemi Covid-19 belum jelas kapan berakhirnya, sementara obat maupun vaksinnya belum ditemukan. Sehingga dinilai penting mengembangkan semua potensi untuk mendukung kedaulatan pangan dalam negeri.

“Lihat keramba ini sudah diisi dengan ratusan ikan napoleon dan kerapu di setiap petaknya yang sedang dipelihara oleh para pengusaha lokal, ini bisa menjadi contoh guna menghadapi ketahanan pangan di masa pendemi Covid-19,” terang Bahtiar.

Disamping itu, Bahtiar juga menyampaikan tentang cagar sejarah budaya (kramat siantan) agar dijadikan wisata religi dimana sejarahnya berkaitan langsung dengan Kerajaan Riau Lingga dan Johor yang sudah mendunia sebagai penunjang pengembangan wisata Kepulauan Riau yang terkenal dengan potensi sumber daya alam maritimnya yang melimpah. (*/humas/prov-kepri)