Karimun, Lendoot.com – Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Karimun melayangkan surat pengaduan resmi kepada Ketua tim saber Pungli Karimun dengan nomor: 08/PAC-PP/ KRMN/V/2018 tertanggal 16 Mei 2018.

Laporan tersebut berisi tentang adanya unsur dugaan pungli terhadap penyewaan kios yang terletak di area halaman pasar puan maimun yang dilakukan oleh pengurus lapak dagang bazar ramadhan.

Menurut Ketua PAC Pemuda Pancasila Karimun Arif Hutanan Siregar, hal tersebut dikarenakan tanpa adanya kekuatan legal, baik dalam bentuk Surat Keputusan (SK) atau Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang pelaksanaan maupun pengolahan lapak.

“Kita melihat ini memang memuat unsur pungli, SK tidak ada apalagi Perda, tentu menjadi pertanyaan arah uangnya kemana,” ujar Arif, Jum’at (18/5/2018) siang.

Arif menjelaskan, pemungutan sejumlah uang lapak itu di koordinatori oleh salah satu oknum bernama H. Irfan Saputra. Pemungutan tersebut juga diduga berkaitan dengan oknum Perusahaan Daerah (Perusda) yang menerima sejumlah uang.

“Mereka pungut biaya sekitar 1.8 juta hingga 2,5 juta per lapak jualan, termasuk biaya keamanan dan kebersihan didalamnya. Oknum Perusda juga ada menerima uang sebesar Rp. 30 juta dari pengurus lapak pedagang itu,” Ujarnya.

Sementar itu, Direktur Perusahaan Daerah Devanan Syam mengatakan, terkait tudingan yang ditujukan kepada dirinya. Bazar Ramadan tersebut sejak 14 tahun lalu sudah ada dilakukan. Selaku pengelola, hal tersebut juga menambah pemasukan uang untuk negara.

“Bazar itu sudah ada sejak 14 tahun lalu, selalu kita perbaiki setiap tahunnya. Karena dari sana juga menambah pemasukan untuk negara,” kata Devanan Syam, saat di konfirmasi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dengan adanya bazar tersebut dapat membantu penghasilan para pemuda yang berada disekitar pasar Maimun itu sendiri. Oleh karena itu, ia tidak terlalu memikirkan apa yang ditudingkan kepadanya terkait penyewaan lapak pedagang tersebut.

“Pemuda-pemuda disana juga bisa terbantu. Masyarakat juga dapat membeli baju lebaran disitu dari hasil parkir. Maka dari itu saya tidak ambil pusing, karena itu hak saya dan ada pemasukan untuk negara,” ujarnya. (Riandi)