Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat diwawancarai siang tadi
Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat diwawancarai siang tadi (ian)

Penulis: Khairil Anam (Ketua ikatan mahasiswa Kabupaten Karimun- Tanjungpinang, Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan Umrah

Khairil Anam
Khairil Anam

Visi misi bupati dan wakil bupati merupakan gambaran ataupun konsep penting dalam melaksanakan suatu kegiatan ataupun program demi kemajuan suatu daerah. Di mana dalam hal ini harus diselaraskan dengan visi dan misi kabupaten tersebut. Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim merupakan bupati dan wakil bupati Karimun terpilih melalui proses demokrasi, yang selanjutnya dilantik 6 Oktober 2015.

Adapaun visi dan misi pasangan ini yaitu pengadaan air bersih, revitalisasi PDAM dalam jangka dua tahun ke depan, pembangunan power plan listrik, prioritas kerja bagi pemuda tempatan, menjadikan disnaker Karimun sebagai pusat informasi Dunia kerja, kualitas pendidikan dengan sistem pemerataan guru, peningkatan pelayanan kesehatan, kesejahteraan petani dan nelayan, pengentasan kemiskinan serta reformasi birokrasi dalam struktur pemerintah daerah.

Seiring berjalannya waktu hingga kini memasuki setengah periode masa kepemimpinannya di Kabupaten Karimun, dirasa masih  kurang maksimal dalam melaksanakan kinerja untuk memajukan daerah. Hal ini tertulis sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Kondisi Kecamatan dan desa-desa di Kabupaten Karimun kini masih sangat memperihatinkan. Contohnya yaitu masih terbatasnya penggunaan listrik di Kecamatan Buru, Kecamatan Ungar Kecamatan Durai dan beberapa daerah lain yang hanya hidup dari pukul 07.00-17.00 WIB. Padahal beberapa waktu yang lalu Kabupaten Karimun mendapatkan penambahan listrik dari PT PLN (Persero) sebesar 17 MW.

Diera zaman modern yang penuh dengan tantangan global ini seharusnya listrik sudah mampu dinikmati masyarakat secara menyeluruh dan maksimal, kini masyarakat hanya menikmati listrik dalam waktu yang terbatas. Harapan masyarakat yaitu mereka dapat menikmati listrik dengan baik, dengan adanya listrik maka urusan rumah tangga lebih mudah untuk dikerjakan.

Belum lagi masalah lampu penerangan jalan yang saat ini juga masih minim. Hampir setiap jalan yang terletak dikecamatan ketika malam  hari tidak tampak adanya lampu penerangan jalan.

Penerangan jalan umum (PJU) adalah hal yang sangat penting dan wajib disediakan oleh setiap pemerintah daerah sebagai bentuk pelayanan atas pajak penerangan jalan yang dibayarkan oleh masyarakat. Beberapa fungsi dari PJU yaitu sebagai navigasi pengguna jalan dan keselamatan serta keamanan pengguna jalan.

Jalan umum yang tidak terdapat penerangan dapat menimbulkan bahaya keselamatan bagi pengguna jalan. Biasanya hal ini dijadikan sebagai tempat untuk melakukan tindak kejahatan. Selaras dengan PJU, kondisi jalan umum di beberapa Kecamatan Kabupaten Karimun juga tidak tampak pembangunannya ataupun perbaikannya.

Padahal jalan merupakan urat nadi perekonomian. Semakin buruk kondisi jalan maka semakin lamban pula proses perekonomian di daerah tersebut. Padahal jalan merupakan fasilitas umum yang langsung dirasakan oleh masyarakat, bahkan jalan juga merupakan fasilitas yang biasanya dilewati langsung oleh pemerintah. Seharusnya pemerintah memperhatikan lebih tentang hal ini jika memang serius dalam peroses percepatan perekonomian.

Selain itu, permasalahan air bersih juga belum dirasakan masyarakat secara menyeluruh. Contoh kasus yang terjadi yaitu di Tanjungsari Desa Lubuk, Kecamatan Kundur. Masyarakat di daerah tersebut masih terbatas untuk menikmati air bersih. Sampai saat ini masyarakat masih menggunakan air parit yang berwarna hitam kecoklatan untuk keperluan sehari-hari.

Bahkan untuk menggunakan air bersih, setiap harinya masyarakat harus bolak-balik ke sumur bersama untuk mengambil air bersih. Tak jarang ketika tiba musim kemarau  masyarakat agak kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Padahal daerah tersebut bukanlah kota yang besar seperti Jakarta atau Batam yang sedikit sulit untuk merasakan kenikmatan air bersih.

Tidak jauh dari pemukiman masyarakat terdapat salah satu perusahaan air minum yang cukup terkenal di Kabupaten Karimun. Seharusnya pemerintah harus peka dengan adanya perusahan tersebut, salah satunya yaitu memanfaatkan perusahaan tersebut untuk kepentingan bersama, mengalirkan air bersih pada masyarakat sekitar. Sehingga masyarakat tidak bersusah payah lagi untuk menikmati air bersih.

Kesejahteraan petani dan nelayan juga termasuk kedalam salah satu misinya bagi kabupaten karimun. Daerah yang digadang-gadang akan dijadikan sebagai lumbung pertanian ataupun pusat pertanian di Kabupaten Karimun yaitu pulau Kundur. Karena memang kondisi lahan dan tanah di pulau Kundur sangat  baik, sehingga tepat sekali jika daerah ini diutamakan sebagai daerah pertanian.

Untuk tahun 2017 yang lalu, Pemkab Karimun menerima kucuran dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 4,6 Miliar ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Anggaran tersebut direncanakan untuk membangun bendungan atau tanggul pembatas air laut ke lahan tani di Pulau Kundur Kabupaten Karimun. Hal ini diperioritaskan dalam rangka meningkatkan hasil pertanian. Terkait dengan wacana tersebut nyatanya sampai saat ini belum terealisasi.

Padahal dengan wacana tersebut, diharapkan mampu membantu proses pengembangan pertanian di daerah ini. Pertumbuhan pertanian yang baik maka akan berdampak baik juga bagi para petani di pulau Kundur, terutama adalah dalam segi kesejahteraan petani. Namun hal tersebut nyatanya tidak sesuai dengan harapan.

Mayoritas para  petani di Kundur jarang sekali mendapatkan bantuan dari pemkab Karimun. Pertanian  di Kundur rata-rata berasal dari modal petani itu sendiri, tidak jarang mereka juga memasarkannya dengan cara individu, dengan  hanya  menjual ke pedagang ataupun dijual sendiri di pasar.

Seharusnya pemkab Karimun membuat suatu program nyata bagi petani sehingga mereka mampu memasarkan hasil pertaniannya secara luas. Misalnya adalah dengan membuat “Pasar Lelang Hasil Pertanian”. Pelaksanaan kegiatan pasar ini bertujuan untuk menggalakkan partisipasi petani untuk memanfaatkan keberadaan pasar lelang dalam memasarkan produk/komoditas yang dihasilkannya.

Jika diperhatikan,sampai saat ini pembangunan-pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karimun belum dilakukan secara merata, masih terdapat desa-desa tertinggal yang belum merasakan program dari visi misi bupati dan wakil bupati Karimun. Dengan berbagai permasalahan yang hampir terdapat di setiap daerah seharusnya ini menjadi evaluasi bagi kepemimpinannya.

Pemuda merupakan aset besar bagi suatu daerah dan menjadi bagian terpenting dalam kehidupan sosial bermasyarakat, pemuda menjadi sosok yang penting dalam membantu kemajuan daerah. Tentang pemuda, kondisi saat ini yang terjadi di Kabupaten yaitu, para pemuda tempatan lebih memilih untuk bekerja di negara tetangga atau daerah tetangga yang masih satu provinsi. Hal ini dikarenakan masih minimnya peluang dunia kerja yang tersedia di Kabupaten Karimun.

Bahkan pada tahun 2017 salah satu perusahaan galangan kapal terbesar di Kabupaten Karimun PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) melakukan pengurangan tenaga kerja secara besar-besaran. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun, pekerja yang terdapat di perusahaan itu mencapai 13.605, namun saat ini hampir setengahnya diberhentikan.

Ini merupakan pencapaian terburuk Kabupaten Karimun diera kepemimpinan Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim. Padahal salah satu misinya yaitu akan memperioritaskan kerja bagi pemuda tempatan. Pembangunan segala macam infrastruktur tidak menjamin kesejahteraan masyarakat. Sebagai kepala daerah seharusnya mampu meningkatkan kesejahteraan perekonomian rakyatnya.

Kabupaten Karimun yang secara letak geografisnya berhimpitan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, seharusnya mampu dimanfaatkan dengan baik untuk membantu percepatan roda perekonomian daerah. Terbukti bahwa hal ini tidak dapat dimanfaatkan secara baik yaitu, dengan menurunnya kurva perekonomian daerah pada tahun 2017, yang semula sebesar tujuh persen turun menjadi 6,11 %.

Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan perekonomian di daerah perbatasan. Kualitas sumber daya manusia ataupun tingkat kesejahteraan yang rendah akan mengakibatkan kerawanan terutama dalam hal yang menyangkut masalah sosial dan pada gilirannya dapat mengganggu stabilitas nasional secara keseluruhan. Oleh sebab itu perlu adanya peningkatan taraf hidup masyarakat di daerah perbatasan dengan memperhatikan potensi sumber daya alam setempat dan kelompok swadaya masyarakat.

Setengah periode yang tersisa dimasa kepemimpinan Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim diharapkan sudah ada terobosan baru yang langsung dapat dirasakan masyarakat Kabupaten Karimun secara menyeluruh. Implementasi dari visi dan misi juga harus diwujudkan dengan baik dengan memperhatikan aspek sosial dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.