Toko obat di Karimun. (ian)
Foto ilustrasi, toko obat di Karimun. (ian)

Karimun, Lendoot.com – Pihak Bea Cukai melakukan pertemuan bersama pihak rumah sakit serta apotik Karimun. Ini dilaksanakan guna membahas keterlambatan pengiriman obat-obatan dari Batam dengan tujuan Karimun.

Dirut RSUD Muhammad Sani, Zulhadi menyampaikan bahwa dari hasil pertemuan tersebut diketahui sejak Bulan Oktober tahun 2018, pihak Bea dan Cukai Batam memberlakukan pengisian formulir tambahan yang bernama S01 terhadap pedagang obat atau ekspedisi pengiriman.

“Jadi kalau melihat dari data itu, pengurusan di bea cukai hanya empat sampai lima hari. Kalau dilihat dengan waktu segitu tidak ada masalah keterlambatan,” kata Zulhadi, Sabtu (19/1/2019) kemarin.

Dari hasil rapat tersebut, Zulhadi belum mengetahui secara pasti penyebab terjadinya keterlambatan pengiriman. Hal itu dikarenakan masih ada beberapa pihak yang tidak hadir pada saat rapat yang digelar Jumat 18 Januari 2019 lalu.

Namun sementara diduga penyebab lambatnya pesanan obat ke Karimun karena pihak pedagang obat ataupun ekspedisi tidak mengahadiri pertemuan.

“Diperkirakan untuk sementara ini rekanan pedagang obat atau ekspedisi. Tapi itu belum dapat dipastikan karena mereka belum hadir pada waktu itu. Mereka ada kegiatan di Jakarta,” ucap Zulhadi.

Pertemuan akan kembali dilanjutkan pada minggu kedua Bulan Februari 2019, dengan turut menghadirkan pihak Bea dan Cukai Batam, pihak rumah sakit di Karimun, pihak apotik, pedagang obat serta ekspedisi. (parulian turnip)