Niat Bercanda, Dua Jemaah Umrah Ditahan di Sel Jeddah Gara-gara Kalimat Ini
Foto : Surya

Lendoot.com – Kisah dua jemaah haji ini menjadi pelajaran berharga bagi WNI yang bepergian ke luar negeri.

Meskipun niatnya guyonan atau ingin menjelaskan sesuatu namun karena keterbatasan pemahaman bahasa tak jarang menimbulkan salah paham.

Dua jemaah asal Pasuruan ini ditahan di Jeddah gara-gara ucapkan Kata ‘bom’, Rabu (18/1/2017).

Kata ‘bom’ menjadi kata yang sensitif dan dinilai berbahaya, menyusul beberapa peristiwa tragis akibat insiden bom teroris. Hal inilah yang terjadi pada  dua jemaah umrah, niat dua jemaah ini hanya ingin menjelaskan isi tas, sayangnya di belakang kalimat jemaah tersebut menggunakan kata bom.

Triningsih Kamsir Warsih (50) warga Dusun Pilangsari, Desa Beji, Kecamatan Beji dan Umi Widayani Djaswadi (56) warga Jalan Bendosolo, Desa Pogar, Kecamatan Bangil, yang tertahan di Jeddah ini , semakin memprihatinkan.

Informasi terakhir, keduanya dimasukkan ke dalam sel tahanan atau penjara wanita di Jeddah yakni Sijjin Islakhiyah, Dahbah, Jeddah. Keduanya tidak bisa pulang ke Indonesia setelah diduga membawa barang membahayakan alias bom. Padahal, kala itu, Umi hanya berniat bercanda dengan pramugari yang menanyakan isi tas yang sangat berat.

“Kalau dari Arab ya bawa oleh-oleh, masak bawa bom”. Perkataan Umi itu dimaksudkan hanya bercanda dengan pramugari tersebut.

“Hari ini, informasinya penyidikan terakhir,” kata Mustain, manajer area Sepinggan travel yang sebelumnya bernama Hijrah Travel, Dia mengatakan, sesuai dengan ketentuannya, hari ini tepat satu minggu jemaahnya itu Umi dan Tri Ningsih ditahan, dilansir dari  Surya, Selasa (18/1/2017).

“Sudah selesai kata anak bu Umi itu. Makanya saya juga kaget kalau ternyata tidak diperbolehkan terbang,” paparnya. Mustain menambahkan, pada intinya, tas yang dibawa bu Tri itu memang bukan berisi bom atau bahan peledak. Di dalamnya, murni berisi kurma dan air zam – zam.

Namun, kepolisian Jeddah mungkin memiliki pemahaman lain. Maka, dua orang kliennya ditahan di Jeddah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak Sepinggan Travel sudah mengajukan surat permohonan pengampunan dan meminta bantuan ke Konjen untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. (odk)