Nenek Beni di masa tuanya di Kampung Harapan, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun,
Nenek Beni di masa tuanya di Kampung Harapan, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun,

Karimun, Lendoot.com – Nenek tua bernama Beni berusia 68 tahun tidak pernah menyangka masa tuanya seperti ini. Setelah suaminya meninggal sekitar setahun lalu, kini nenek Beni hidup sebatang kara karena tidak lagi memiliki siapapun untuk mengurusnya.

Di Kampung Harapan, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Beni  hidup sendiri di sebuah rumah petak kecil. Rumah petak kecil itu dibangun seorang donatur di atas tanah milik seorang warga. Lahan itu pemberian seorang warga yang berbaik hati semasa suaminya masih hidup.

Dengan sisa-sisa tenaganya yang sudah renta, ia hanya bisa mengharapkan belas kasihan dari orang-orang sekitar yang datang memberikannya makanan dan sejumlah uang.

”Nenek tinggal sendiri di rumah. Kalau untuk makan kadang ada orang datang ke rumah nenek untuk kasih nenek makan. Kalau tidak ada, nenek terpaksa harus menahan lapar,” katanya dengan wajah yang lesu saat ditemui Lendoot.com, Jumat (8/2/2019).

Lebih mirisnya lagi, nenek Beni harus tinggal tanpa penerangan bahkan listrik, tanpa jamban serta sumber air bersih.

Untuk kebutuhan air bersih, dengan kondisi fisik yang renta itu, terpaksa harus berjalan sepanjang setengah kilometer. Air bersih sebagai kebutuhan sehari-hari baru dapat digunakannya.

“Nenek ambil air jauh, kadang kalau ada orang nenek minta bantu untuk ambilkan dan angkat ke rumah,” tuturnya.

Nenek Beni diketahui semasa mudanya memiliki seorang anak laki-laki. Hanya saja, sejak bayi itu telah diberikan kepada seseorang. Alasan himpitan dengan ekonomi yang ia hadapi membuatnya dia dan almarhum suami melakukan itu.

Disinggung mengenai bantuan dari pemerintah, nenek Beni mengaku selalu mendapatkan bantuan seperti saat suaminya belum meninggal.

“Biasa kalau ada, Pak RT yang antarkan berasnya ke sini. Kemarin ada diantarkan sembako ke rumah nenek yang dibawa sama pak RT. Tapi sekarang sudah tak pernah dapat lagi,” ujarnya. (riandi)