Karimun, Lendoot.com – Budidaya perikanan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Salah satu inovasi yang signifikan adalah pengembangan keramba jaring apung (KJA) modern.
Dengan mengadopsi teknologi terkini, KJA kini bukan hanya sekadar tempat budidaya ikan, tetapi juga sebuah sistem produksi yang efisien dan berkelanjutan. “Kami baru memulainya, semoga bisa meningkatkan produktivitas kami,” ujar Ahmad seorang nelayan Karimun, Selasa (27/8/2024).
KJA modern adalah struktur apung yang dilengkapi dengan berbagai teknologi untuk mengoptimalkan proses budidaya ikan. Teknologi-teknologi ini meliputi:
Sistem otomasi pemberian pakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan asupan gizi ikan, sehingga meminimalisir pemborosan dan meningkatkan efisiensi produksi.
Pemantauan kualitas air juga dapat dilakukan sensor-sensor ditempatkan di dalam keramba untuk memantau secara terus-menerus parameter kualitas air seperti suhu, pH, dan kadar oksigen terlarut. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk memastikan kondisi air tetap optimal bagi pertumbuhan ikan.
Dengan KJA ini, kata Ahmad, menggunakan energi terbarukan. Penggunaan panel surya atau turbin angin memungkinkan KJA beroperasi tanpa mengandalkan sumber energi konvensional, sehingga lebih ramah lingkungan dan hemat biaya.
Dalam KJA juga ada sistem peringatan dini. “Saya belum menggunakannya, tapi ke depan kita lakukan,” ujarnya,
Sistem peringatan dini ini akan memberikan peringatan jika terjadi gangguan pada sistem budidaya, seperti kerusakan jaring atau serangan hama penyakit.
Ada keunggulan untuk efisiensi produksi. Dengan otomasi dan pemantauan yang lebih baik, KJA modern dapat menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi.
Kualitas hasil panen jgua dapat ditingkapkan Kondisi lingkungan yang terkendali dan pemberian pakan yang tepat akan menghasilkan ikan dengan kualitas yang lebih baik. (msa)

