Murdani dengan barang bukti sabu-sabunya. (yogi/KMG)
Murdani dengan barang bukti sabu-sabunya. (yogi/KMG)

Batam, Lendoot.com – Banyak cara penyelundupan narkoba dilakukan para pelakunya. Hanya saja, upaya penyelundupan yang melibatkan tersangka Murdani ini cukup konyol.

Biasanya, pelaku menyimpannya barang haram itu dengan berbagai cara agar tak terditeksi ketika melintas di pintu masuk bandara dan mesin X-Ray,  namun yang dilakukan Murdani justeru dengan santainya memasukkan narkoba dalam tasnya ke dalam mesin X-Ray.

Sabu-sabu seberat 2,036 Kilogram (Kg) itu langsung terlihat jelas oleh petugas penjaga mesin X-Ray. Ini terjadi, Kamis (14/12/2017) sekitar pukul 07.25 WIB, di Bandara Hang Nadim, Batam.

Situasi padat penumpang saat itu dimanfaatkan Murdani. Saat melintas di gerbang metal detector, Murdani aman, Kendari keringatan. Namun, seperti tak ada beban, setelah ransel yang disandangnya dilerakkan ke rel mesin X-Ray itulah, barang haramnya ketahuan disimpan dalam ranselnya.

Perugas Bea dan Cukai yang menemukan kejanggalan isi di dalam tas penumpang Citilink tujuan Banjarmasin transit Jakarta itu, langsung bertindak.

Murdani dan tas ranselnya digelandang ke ruang pemeriksaan khusus. Pria asal Bireiuen itu diminta untuk membuka tasnya. Begitu tas dibuka, muncullah sabu-sabu dua kilo dalam kemasan plastik.

“Murdani memang terlalu lugu atau nekat, mungkin dikiranya sabu-sabu itu keripik pisang, makanya tanpa penghalang,” kata seorang petugas kepada wartawan Kepri Media Group (KMG).