Batangan timah milik PT Timah Tbk. (eksplorasi.id)
Batangan timah milik PT Timah Tbk. (eksplorasi.id)

Karimun, Lendoot.com – Hubungan bisnis di PT Timah Tbk Unit Kundur dengan para mitra usahanya sepertinya sedang tidak bagus. Pengusaha mitra PT Timah Tbk mengeluh karena proses pencairan dana untuk pekerjaan barang dan jasa selama empat bulan terakhir ini belum terbayarkan.

“Sudah empat bulan, invoice pembayaran setempat milik kita tidak diproses pihak PT Timah Tbk Unit Kundur. Modal usaha kami menjadi tidak berputar. Kita sudah berusaha profesional, setiap kebutuhan PT Timah kita penuhi. Sekarang pihak PT Timah sepertinya yang tidak professional,” kata seorang pengusaha mitra PT Timah Tbk Unit Kundur yang namanya minta dirahasiakan.

Seorang pengusaha yang juga mitra PT Timah Tbk Kundur lainnya juga membenarkan. Malah disebutkan, setelah melalui prosedur yang panjang, NPP (Nota Permintaan Pembayaran) pembayaran setempat sudah di meja Ka Unit PT Timah Tbk Kundur, namun belum juga ada kabarnya.

Proses pencairan dana dari pekerjaan barang dan jasa para mitra PT Timah Tbk, jelas sumber tersebut, biasanya berawal dari serah terima barang, sampai dengan proses invoice. Ini memakan waktu 4-6 bulan.

Sesuai prosedur, invoice kemudian dikirim mitra ke ke PT Timah. Sayangnya, kata sumber Lendoot.com itu, invoice yang sudah sampai ke meja Ka Unit PT Timah Unit Kundur, tidak diproses. Invoice yang statusnya meningkat jadi NPP dari bulan Januari sampai bulan ini belum juga ditandatangani.

Informasi dari para bawahannya, sebut sumber Lendoot.com itu, karena pimpinannya (Ka Unit PT Timah Tbk Kundur, red) jarang berada di tempat dan sering ke luar kota.

“Nah, kalau misalnya satu tahun Ka Unit (pimpinan penandatangan NPP, red) tidak berada di tempat, apa setahun juga dana kami tidak dibayarkan? Ini membuat modal usaha (mitra PT Timah, red) seperti kami ini tidak berputar. Lama-lama usaha kami bisa mati. Mohon kerjasamanya,” kata seorang pengusaha yang perusahaannya menjadi mitra perusahaan plat merah tersebut.

Sumber lendoot.com tersebut juga mengatakan, jika pimpinan penandatang NPP itu tidak berada di tempat, seharusnya ada kebijakan lain yang bisa membuat lancar semua proses pencairan. “Kan dalam aturan itu sebenarnya dibenarkan untuk diwakilkan? Mengapa ini tidak dilakukan? Ada apa dengan Ka Unit itu?” tegasnya.

Ada kemungkinan juga, kata sumber itu, lambatnya pencairan dana-dana proyek mitra usaha PT Timah Tbk Unit Kundur karena prosedur pencairan di berbagai lini birokrasi yang tidak profesional.

“Kami berharap PT Timah Kundur lebih professional. Jangan kami saja diminta professional, sementara mereka dan birokrasinya tidak,” ujar sumber mitra usaha PT Timah Tbk Unit Kundur tersebut.

Sayangnya, Yori, Kepala Administrasi dan Keuangan PT Timah Tbk Unit Kundur yang coba dikonfirmasi lendoot.com berulang-ulang kali, tidak mengangkat ponselnya. Pesan singkat yang dikirim juga tidak mendapat balasannya. (*/sjs)